Langsung ke konten utama

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Raih 4 Nominasi  Festival Film Tempo 2025, Jadi Karya yang Segar dan Berbeda

 Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) tayang  mulai 22 Januari 2026 di bioskop Indonesia




Jakarta, 16 Januari 2026 — Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) produksi BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, dan didukung oleh Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) secara resmi terpilih masuk dalam nominasi Festival Film Tempo 2025. Sebuah festival film tahunan yang menilai film-film Indonesia berkualitas.

 

Di Festival Film Tempo, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) total meraih 4 nominasi, termasuk untuk Film Unggulan. Ketiga nominasi lainnya adalah Aktris Utama Unggulan (Dian Sastrowardoyo), Aktor Utama Unggulan (Ali Fikry), dan Penulis Skenario Unggulan (Diva Apresya, Gina S. Noer, Melarissa Sjarief).

 

Terpilihnya Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dalam Festival Film Tempo 2025 juga membuktikan bahwa film ini memiliki kualitas artistik yang segar dan berbeda dari judul-judul film Indonesia yang tayang di bioskop. Selain itu, secara kekuatan tema dan cerita Esok Tanpa Ibu (Mothernet) juga sangat relevan dengan perkembangan sosial yang terjadi saat ini.

 

“Terima kasih kepada Festival Film Tempo 2025 yang telah memilih film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dalam empat nominasi. Ini sangat berarti bagi perjalanan film kami, dan semoga bisa menjadi salah satu ruang untuk memperpanjang ruang pembicaraan tentang isu yang ada di film ini, tentang relasi keluarga dan bagaimana peran teknologi di dalam kehidupan manusia saat ini,” ujar produser film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Shanty Harmayn.

 

Sebelumnya, film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) juga telah berkompetisi di program Vision Asia Busan International Film Festival (BIFF) 2025 di Korea Selatan. Di festival tersebut, sekaligus menjadi momen world premiere. Selanjutnya, film ini juga telah melakukan Indonesian Premiere dan berkompetisi di JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2025 pada Desember. Film ini turut berkompetisi di program Indonesian Screen Awards.

 

Kini, dengan terpilihnya Esok Tanpa Ibu (Mothernet) di Festival Film Tempo 2025 juga membuktikan capaian artistik dan penerimaan secara kritis film yang menjadi kolaborasi internasional.

 

“Bagi kami, Festival Film Tempo juga bisa menjadi ruang diskursus yang mempertemukan antara sineas, penonton, dan juga kritikus. Tiga di antara berbagai elemen ekosistem perfilman yang penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia,” kata produser dan pemeran film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Dian Sastrowardoyo.

 

Sebelum tayang secara serentak di bioskop mulai 22 Januari 2026,  film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) juga akan tayang lebih dulu di 10 kota di Indonesia, yakni: Jakarta, Bandung, Samarinda, Makassar, Malang, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan Palembang pada Sabtu, 17 Januari dan Minggu, 18 Januari 2026. Tiket dapat dibeli di aplikasi M-Tix untuk Cinema XXI, aplikasi CGV, aplikasi Cinepolis, dan TIX ID.

 

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena. Disutradarai oleh Ho Wi-ding, naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief.

 

Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun Instagram @base.id & @filmesoktanpaibu. Tonton film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mulai 22 Januari 2025 di bioskop Indonesia.

 

***


 

Sinopsis

 

Rama (Ali Fikry) yang tak sejalan dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman), dan hanya dekat dengan Ibunya (Dian Sastrowardoyo) harus menghadapi situasi sulit ketika Ibunya jatuh koma. Saat mulai terpuruk, Rama menemukan bantuan tak terduga dalam i-BU: sebuah AI ciptaan temannya yang membuat Rama bisa melihat wajah, suara, dan bahkan menjadikan AI tersebut alat bantu untuk merangsang kerja otak Ibunya. Bisakah Rama mengobati kesepian dan menyembuhkan Ibunya lewat bantuan AI?

 

Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

 

Tentang BEACON FILM

BEACON FILM adalah rumah produksi yang berbasis di Jakarta, didirikan oleh Dian Sastrowardoyo, salah satu aktris Indonesia yang paling dikenal saat ini. Selain karier aktingnya yang gemilang, termasuk dalam film ikonik Ada Apa Dengan Cinta?, Dian juga mulai merambah dunia produksi dengan karya seperti Guru-Guru Gokil, yang tayang perdana di Netflix. Pada tahun 2023, Dian bergabung dengan Rio Pasaribu dan Hizkia Nararya untuk mendirikan BEACON FILM, membuka babak baru yang menjanjikan bagi perfilman Indonesia. Mothernet, proyek perdana mereka, akan menampilkan bakat dan visi mereka untuk membawa film-film berkualitas Indonesia ke dunia internasional.


Tentang REFINERY MEDIA

Berpusat di Singapura, Refinery Media adalah salah satu rumah produksi untuk program reality show di Asia. Dengan tim profesional berpengalaman dan talenta kreatif terbaik, Refinery menggabungkan berbagai disiplin untuk menghadirkan konten yang relevan dan digemari oleh penyiar maupun penonton.

Selama perjalanannya, Refinery telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya “Best General Entertainment” dan “Best Adaptation of an Existing Format” untuk Asia’s Next Top Model di Asian Academy Creative Awards 2018 dan 2019. Refinery juga memenangkan “Best Non-Scripted Entertainment” untuk musim pertama The Apprentice: ONE Championship Edition di 2021. Terbaru, Refinery memperoleh penghargaan “Best Editing” dan “Best General Entertainment Game/Quiz Programme” untuk SupermodelMe Revolution pada Asian Academy Creative Awards 2022.

Pada 2024, Refinery Media memperluas kiprahnya dengan meluncurkan X3D Studio — studio virtual production terbesar di Asia Tenggara sekaligus studio virtual production pertama di dunia yang mendapatkan akreditasi dari ARRI, berlokasi di Singapura.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...