Langsung ke konten utama

Visinema Perkenalkan Dunia Ratu Malaka lewat First Look Film Aksi Terbaru Angga Dwimas Sasongko

 



Jakarta, 16 Januari 2026 Setelah memperkenalkan karakter lm di JAFF 2025 Desember lalu, Visinema secara resmi merilis first look Ratu Malaka, lm aksi terbaru yang akan tayang 2027. Materi first look ini dibagikan melalui akun media sosial resmi @RatuMalakaFilm, serta akun sutradara Angga Dwimas Sasongko dan para pemeran, sebagai pengenalan awal terhadap dunia imajinasi yang menjadi latar lm tersebut.

 

First look Ratu Malaka memperkenalkan sebuah dunia aksi kriminal dengan elemen mistis, yang dibangun sebagai semesta ksi dengan aturan dan struktur tersendiri. Dalam unggahan di akun @RatuMalakaFilm, Visinema menyatakan, Hari ini, Ratu Malaka membuka pintunya untuk pertama kali. Ini adalah first look dari dunia yang lahir dari visi dan imajinasi Angga Sasongko sebuah kerajaan bayangan, di mana kekuasaan disusun oleh hukum, ritual, dan mitosnya sendiri, serta dibentuk oleh pilihan paling gelap manusia.”



Foto-foto yang dirilis menampilkan dunia Ratu Malaka sebagai semesta yang sinematik, misterius, dan sarat ketegangan. Marcella Zalianty terlihat tampil dominan, duduk di tengah gur-figur yang memancarkan kekuasaan dan ancaman. Sementara itu, Claresta Taufan, dalam debut film aksinya, terlihat berada dalam tekanan, berhadapan dengan karakter Wulan Guritno yang tampil dingin. Di cuplikan lain, Dion Wiyoko tampil mengesankan dengan senjata di tangannya, saat dunia di sekelilingnya dipenuhi percikan dan ketegangan.





 

Film Paling Menantang Angga Dwimas Sasongko

Ratu Malaka menjadi lm panjang pertama Angga Dwimas Sasongko yang kembali menyutradarai lm panjang setelah dua tahun terakhir fokus menjalankan perannya sebagai pimpinan Visinema Group. Film ini sekaligus menandai kembalinya sang sutradara ke genre aksi, setelah sebelumnya menghadirkan Mencuri Raden Saleh dan 13 Bom di Jakarta, dua lm yang dikenal dengan skala dan pendekatan aksi yang berbeda di perfilman Indonesia.

Menurut Angga, tantangan utama dalam Ratu Malaka terletak pada proses pembangunan dunia cerita. “Ratu Malaka menuntut pendekatan world building yang intensif. Di sini, kami membangun dunia imajinasi yang utuh, dengan aturan, struktur kekuasaan, dan lapisan mistisnya sendiri. Malaka hadir lebih dari latar, namun menjadi dunia yang hidup dan menentukan pilihan setiap karakternya,” ujar Angga Dwimas Sasongko, sutradara sekaligus penulis  Ratu  Malaka.


Dunia Imajinasi Malaka sebagai Fondasi Cerita

Dunia yang diperkenalkan melalui first look ini digambarkan sebagai dunia ksi yang dibentuk oleh sejarah luka, mitos, dan relasi kekuasaan, yang menjadi fondasi utama konik dalam lm. Ratu Malaka dibintangi  oleh  Claresta  Taufan, Jihane Almira,   Lutesha,   Dion  Wiyoko, Marcella Zalianty, Faris Fadjar, Ganindra Bimo,  Wafda Saifan, Wulan  Guritno,  serta  turut hadir juga  Mike Lucock,  Indra  Birowo, dan  Verdi  Solaiman.

 

Ditulis oleh Angga Dwimas Sasongko dan Irfan Ramli, penulis naskah pemenang Piala Citra FFI, Ratu Malaka juga melibatkan Chan Man-ching sebagai koordinator stunt. Chan Man-ching dikenal lewat karyanya di Rush Hour dan sejumlah lm aksi Jackie Chan, dan di lm ini berkolaborasi dengan Reza Hilman, aktor Indonesia sekaligus mantan atlet pencak silat yang pernah mewakili Indonesia di World Martial Arts Festival.

 

Ratu Malaka akan tayang di bioskop Indonesia di 2027. 

 

***

 

TENTANG VISINEMA GROUP

Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema  Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform.

 

Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; BION Studios yang menghadirkan cerita-cerita hyperlocal dan trending di masyarakat; Visinema Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show; Visinema Content yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di platform streaming; dan Skriptura yang memberikan layanan script development dan scriptwriting.

 

Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP  (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...