Langsung ke konten utama

​"Teror Kocak dan Berdarah di Balik Jeruji: Joko Anwar Trailer Release 'Ghost in the Cell', Siap Menggebrak Bioskop Lewat Horor Komedi Satire!"

Ghost in the Cell Merilis Official Trailer! 
Film ke-12 Joko Anwar yang Paling Menghibur,
Menyatukan Horor dan Komedi Satir Tentang Situasi Indonesia


Tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026


 Jakarta, 24 Februari 2026 — Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi
dari penonton internasional ketika world premiere di Berlin International Film
Festival 2026, film terbaru persembahan Come and See Pictures, Ghost in the Cell
merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi!
Menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas
dihantui oleh kekacauan yang meneror.
Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film ke-12 penulis dan sutradara Joko
Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi
sosial yang terjadi di Indonesia, dikemas dengan cara yang memanjakan penonton
secara visual dan audio.
Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang
Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey,
Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar
Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho
Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.
Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan cerita di film Ghost in the Cell
adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.



“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai
pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar
napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar penulis dan sutradara Joko
Anwar.

“Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita
sendiri,” tambah Joko.


Produser Tia Hasibuan menambahkan, desain produksi film Ghost in the Cell
menerapkan pendekatan yang efektif dan efisien. Proses produksi yang hanya
membutuhkan waktu 22 hari, yang hanya menggunakan setengah hari di setiap
harinya, membuat seluruh jajaran kru dan pemeran pun merasa nyaman.
“Kami mengambil gambar dari pagi dan berakhir saat jam makan siang. Jadi
meskipun waktu produksi kami 22 hari, itu bisa dibilang terasa seperti 11 hari waktu.


produksi. Di film ini, kami juga menggunakan pendekatan yang hampir seluruhnya
menggunakan one shot take. Jadi sejak pra-produksi juga sudah dipersiapkan secara
matang,” ujar produser Tia Hasibuan.
Di film ini, Joko juga menggunakan pendekatan yang berbeda. Dalam pengambilan
gambar, Ghost in the Cell pun didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total
hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa
berdurasi panjang. Sebab itu, jajaran ansambel di film ini adalah para aktor terbaik
Indonesia, untuk mewujudkan hasil yang maksimal.
Abimana, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film
ini menuturkan, Joko memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan
karakternya saat berakting. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran
banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.
“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini
seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia
sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme
untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan
mengandalkan institusi resmi,” ujar Abimana.
Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan
RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk
perilisan worldwide film ini.
Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! Ikuti terus informasi
terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram

Tentang Ghost in the Cell
Berlatar di sebuah penjara Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan,
Ghost in the Cell memadukan horor dengan kritik sosial untuk membongkar
bagaimana sebuah sistem bisa melindungi kekuasaan bahkan di tempat yang
seharusnya menjadi ruang hukuman.
Tentang Come And See Pictures
Come and See Pictures adalah production house yang didirikan Joko Anwar dan Tia
Hasibuan pada tahun 2020 yang berkomitmen untuk memproduksi film-film
berkualitas dengan cara bercerita yang unik serta craftsmanship yang tinggi. Film
pertama yang mereka produksi adalah Pengabdi Setan 2: Communion untuk Rapi
Films. Selain Siksa Kubur, Come and See Pictures juga telah merampungkan series
original Netflix berjudul Nightmares and Daydreams yang tayang tahun 2024 lalu, serta memproduksi film panjang untuk Amazon MGM Studios bertajuk Pengepungan di Bukit Duri.
  • Sutradara & Penulis: Joko Anwar (@jokoanwar)
  • Rumah Produksi: Come and See Pictures (@comeandseepictures)
  • Jajaran Pemain:
    • ​Abimana Aryasatya (@abimana_arya)
    • ​Tora Sudiro (@t_orasudi_ro)
    • ​Lukman Sardi (@lukmansrd)
    • ​Aming Sugandhi (@amingisback)
    • ​Morgan Oey (@morganoey)
    • ​Bront Palarae (@bront_palarae)
    • ​Endy Arfian (@endyarfian22)
    • ​Rio Dewanto (@riodewanto)
    • ​Danang Suryonegoro (@dananggoldluck)
    • ​Yoga Pratama (@yoga_pratama_)
    • ​Kiki Narendra (@kikinarendra)
    • ​Arswendy Bening Swara (@arswendy_beningswara)
    • ​Mike Lucock (@mike_lucock)
    • ​Dewa Dayana (@dewadayana_)

Pencapaian Film "Ghost in the Cell"

​Meski baru akan tayang secara luas di bioskop Indonesia pada 16 April 2026, film horor komedi ini sudah mencetak berbagai prestasi membanggakan di kancah internasional:

  1. World Premiere di Berlinale 2026: Film ini berhasil lolos seleksi resmi dan tayang perdana di ajang bergengsi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film ini masuk dalam program Forum, yang dikenal mengkurasi karya-karya dengan visi sinematik tajam dan berani.
  2. Tiket Sold Out & Sambutan Meriah: Dari empat kali penayangannya di Berlin selama bulan Februari, seluruh tiket dilaporkan ludes terjual. Film ini memanen reaksi antusias dari audiens internasional yang tertawa lepas, berteriak, hingga memberikan tepuk tangan meriah untuk komedi gelapnya yang absurd.
  3. Diakuisisi untuk Distribusi Global: Berkat kesuksesannya di Berlinale, hak distribusi global film Ghost in the Cell langsung diakuisisi oleh perusahaan distributor Eropa, Plaion Pictures, dengan Barunson E&A (perusahaan di balik Parasite) yang bertindak sebagai agen perilisannya.
  4. Apresiasi Kritik Sosial: Di luar teror brutal dan elemen komedinya, film ini mendapatkan pujian khusus dari para pengamat film karena berhasil menyisipkan kritik sosial dan satire yang relevan. Setting penjara digunakan oleh Joko Anwar sebagai miniatur/metafora kondisi masyarakat dan dinamika kekuasaan di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...