Tiket World Premiere Ghost in the Cell Sold Out! Film Terbaru Joko Anwar Dapat Sambutan Meriah dari Penonton Berlinale
Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026
Berlin, 14 Februari 2026 — Film horor komedi satir terbaru dari penulis dan sutradara Joko Anwar,
Ghost in the Cell mendapat sambutan yang
meriah saat penayangan perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026! Antusiasme
untuk film ini sudah terasa sejak penjualan tiket untuk seluruh pemutaran film
ini terjual habis (sold out), hingga
saat world premiere
film ini mendapat tepuk tangan gemuruh dan respons positif dari para penonton.
Di Berlinale 2026, film Ghost in the Cell diputar dalam program
Forum, yang dikenal sebagai program yang menampilkan kurasi film-film dengan
visi sinematik yang kuat, berani secara bentuk, serta tajam dalam membaca
realitas sosial dan politik. Di Berlinale, Ghost in the Cell diputar selama empat kali pada 13–22 Februari 2026, atau selama
festival film tersebut berlangsung.
“Kami ingin bikin film yang benar-benar menghibur. Tapi ketika film selesai, akan ada pemikiran yang nempel di kepala mereka tentang situasi hidup di Indonesia,” kata penulis dan sutradara Joko Anwar. Sambutan penonton ketika film diputar di Berlinale merefleksikan ini. Penonton tertawa lepas dan berteriak-teriak tepuk tangan sepanjang film. Di sesi tanya jawab, penonton mengklaim Ghost in the Cell sebagai “masterpiece”, “luar biasa lucu”, “menakutkan”, dan “sarat tonjokan politik dan sosial”.
Di film ini, Joko mengeksplorasi elemen horor
supernatural—yang dalam dekade terakhir ia selalu memberikan penyegaran genre
tersebut—terasa menjadi sesuatu yang tak terelakkan, alih-alih sekadar sebagai
tontonan yang hanya menghibur. Joko menyebutkan, di film Ghost in the Cell ia ingin lebih berfokus
pada karakter secara mendalam, tak hanya sekadar mengandalkan bangunan set yang
ada di filmnya.
“ini adalah film kami yang paling menghibur
saat ini tapi juga reflektif,” tambah Joko.
Produser Tia Hasibuan mengungkapkan perasaan leganya setelah Ghost in the Cell mendapat sambutan yang meriah dan antusias dari audiens internasional.
“Cerita di film ini sangat merefleksikan apa yang terjadi dengan dinamika yang
ada di Indonesia. Namun, saat melihat respons penonton dari luar Indonesia di
Berlinale, ternyata horor komedi satir ini juga bisa relate dengan mereka.
Semoga sambutan positif ini berlanjut saat filmnya tayang di Indonesia pada 16
April 2026.” Ghost in the Cell akan menjadi persembahan karya sinematik terbaru dari maestro Joko
Anwar, yang pada akhir tahun lalu ia dianugerahi gelar tanda kehormatan
sekaligus penghargaan tertinggi kebudayaan oleh Pemerintah Prancis, Chevalier
de l'Ordre des Arts et des Lettres. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi
pengakuan pencapaian artistik Joko dalam dua dekade perjalanannya di perfilman
Indonesia.
Karya terakhir yang disutradarainya, Pengepungan di Bukit Duri, juga memenangkan
Piala Citra FFI 2025 terbanyak, (5 Piala Citra), dan meraih 3 penghargaan di
Festival Film Pilihan Tempo.
Tonton, rasakan, dan renungkan karya terbaru
Joko Anwar, Ghost in the Cell mulai 16 April 2026 di seluruh bioskop Indonesia! Ikuti terus informasi
terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures.
***
Tentang
Ghost in the Cell
Berlatar di sebuah penjara Indonesia yang
dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell memadukan horor dengan
kritik sosial untuk membongkar bagaimana sebuah sistem bisa melindungi
kekuasaan bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman.
Tentang
Come And See Pictures
Come and See Pictures adalah production house yang didirikan Joko Anwar dan Tia Hasibuan pada tahun 2020 yang berkomitmen untuk memproduksi film-film berkualitas dengan cara bercerita yang unik serta craftsmanship yang tinggi. Film pertama yang mereka produksi adalah Pengabdi Setan 2: Communion untuk Rapi Films. Selain Siksa Kubur, Come and See Pictures juga telah merampungkan series original Netflix berjudul Nightmares and Daydreams yang tayang tahun 2024 lalu, serta memproduksi film panjang untuk Amazon MGM Studios bertajuk Pengepungan di Bukit Duri.




Komentar
Posting Komentar