5 Tahun Perjalanan Panjang Pelangi di Mars Demi Menghasilkan Film yang Revolusioner untuk Anak-anak Indonesia
Jakarta, 3 Maret 2026 - Pasca dirilisnya Official Trailer Pelangi
di Mars, film ini langsung mendapat respons yang positif dari pecinta film
Tanah Air. Film terbaru produksi Mahakarya Pictures garapan sutradara
kondang Upie Guava ini berhasil memikat warganet lewat visual yang
memukau dan teknis yang dianggap revolusioner bagi industri film Indonesia.
Namun, di balik durasi trailer yang singkat
tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang melelahkan sekaligus membanggakan.
Menghadirkan film anak-anak berkualitas yang dijadwalkan tayang Lebaran 18
Maret 2026 ini ternyata memakan waktu produksi lebih dari lima tahun.
Lahir
dari Ambisi Membangkitkan Mimpi Anak Indonesia
Sutradara Upie Guava tidak main-main dalam
merajut visi film ini. Tumbuh besar dengan asupan film-film sci-fi
ikonik Hollywood seperti Jurassic Park dan Star Wars, Upie
memiliki kerinduan mendalam agar anak-anak Indonesia memiliki pahlawan dan
mimpi serupa dari negeri sendiri.
“Saya ingin dari menonton Pelangi di Mars,
anak-anak Indonesia bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langit,
dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie Guava.
Visi besar inilah yang melahirkan karakter Pelangi,
sosok anak pertama yang lahir di Planet Mars. Lewat Pelangi, Upie ingin
menceritakan kegigihan anak Indonesia dalam upaya menyelamatkan dunia, sebuah
pesan moral yang kuat dibalut dengan kemasan teknologi mutakhir.
Lima
Tahun “di Dalam Hutan” Demi Inovasi XR
Menggarap film sci-fi di Indonesia
bukanlah perkara mudah, terutama ketika Upie Guava bersikeras menggunakan
teknologi Extended Reality (XR) atau virtual production. Pada
tahun 2020, teknologi ini hampir tidak terdengar di industri perfilman tanah
air.
Dendi Reynando, selaku
produser, mengenang betapa beratnya fase pengembangan yang mereka lalui. Mereka
tidak hanya menulis skenario, tapi juga "membangun pondasi" teknologi
yang belum ada sebelumnya.
“Di saat yang bersamaan kami mengembangkan cerita
Pelangi di Mars, kami juga memperkenalkan dan mengembangkan teknologi ini di
Indonesia. Dari awal kami tahu risikonya, dan kadang kami bahkan mikir kalau
membuat film ini hampir mustahil,” ungkap Dendi.
Dendi mengibaratkan proses lima tahun ini seperti
tersesat di belantara hutan yang asing. “Perjalanan film ini seakan-akan kami
nyasar di dalam hutan, mencari jalan keluarnya. Untungnya di perjalanan kami
banyak orang-orang yang ingin ikut nyasar bareng di hutan, dan akhirnya bisa
berhasil keluar dengan hasil yang sesuai,” tambahnya sembari tersenyum.
Kado
Spesial untuk Keluarga di Libur Lebaran 2026
Kerja keras lebih dari setengah dekade ini
akhirnya siap dipanen. Pelangi di Mars bukan sekadar film anak-anak
biasa; ini adalah bukti bahwa sineas Indonesia mampu melampaui batasan teknis
demi memberikan tontonan yang edukatif sekaligus sinematik.
Film Pelangi di Mars dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Ini menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk menyaksikan petualangan lintas planet yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah sinema Indonesia.
Untuk informasi terbaru mengenai proses produksi, behind the scene, dan info tiket, pastikan Anda mengikuti akun media sosial resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.



Komentar
Posting Komentar