Film Senin Harga Naik Jadi Kado Spesial Lebaran! Mengajak Temukan Arti Keluarga yang Seutuhnya Menghangatkan Hati di Momen Bermaafan
Film Senin Harga Naik tayang Lebaran 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 5 Maret 2026 — Setelah Lebaran 2025 sukses dengan drama
romansa Komang yang mencetak blockbuster dengan 3.002.303 penonton,
rumah produksi Starvision yang tahun ini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya,
berkolaborasi bersama Legacy Pictures menghadirkan film drama terbaiknya untuk
merayakan Lebaran yang akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, Senin
Harga Naik. Sebuah film tentang anak dan Ibu yang punya definisi
masing-masing tentang bahagia, dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi
warisan keluarga. Film ini akan menghangatkan hati dan mengingatkan lagi
tentang pentingnya keluarga di Lebaran kali ini.
Senin Harga Naik dibintangi
Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Adam Xavier,
Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud, Aci Resti, Arif Alfiansyah,
Razan Zu, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Annisa Hertami, Dayu Wijanto,
Reynavenzka, Hifdzi Khoir, Devy Anastasia, Lolox, Inyok, Violeta Ekanjani,
Chika Waode, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, Ashraf Dirgham, dan
lain-lain.
Film ini mengikuti perjalanan
Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk menentukan jalan hidupnya
sendiri, tapi justru harus kembali ke rumah, karena kariernya bergantung dari
rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu. Mutia yang berkarier di sebuah
perusahaan properti ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar,
Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur/dijual. Di momenmomen
itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata.
Diproduseri oleh Chand Parwez
Servia, dengan sutradara Dinna Jasanti dari naskah yang ditulis oleh Rino
Sarjono, film Senin Harga Naik
menjadi sebuah sajian film Lebaran tahun ini yang akan mengajak penonton untuk
menemukan arti keluarga yang seutuhnya, dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke
orang tuanya tetapi juga sebaliknya.
“Waktu terkadang membuat momen
berlebaran bersama keluarga pun menjadi sesuatu yang sangat langka dan
istimewa. Di era yang semakin hari semakin sulit kita bersama dan berdekatan,
sangat penting menemukan trigger
untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran
adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita
berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau
saling memaafkan,” ujar produser Chand
Parwez Servia.
“Lebaran sebagai momen
kebersamaan yang sakral, dan selalu dirayakan dengan berkumpul barengan
sekeluarga sejak kecil hingga kuliah, akhirnya karena tanggung jawab pekerjaan
membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit dan dirindukan.
Melalui film ini saya ingin mengajak Lebaran 2026 kita bisa menemukan kembali
nilai-nilai yang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk,” tambah Chand Parwez Servia
Bagi sutradara Dinna Jasanti, yang sebelumnya bekerja sama dengan
Starvision dan Chand Parwez Servia lewat kisah hangat Dua Hati Biru, kisah di film Senin Harga Naik memiliki kedekatan
personal dengannya.
Dinna Jasanti
berharap, film Senin Harga Naik bisa
menjadi kado spesial saat keluarga Indonesia merayakan Lebaran. “Ini film yang
sangat hangat. Semoga menjadi kado spesial dari kami semua untuk penonton
merayakan Lebaran, menjadi pelukan yang sangat hangat untuk kita semua.”
Film Senin Harga Naik memiliki
berbagai lapisan drama dari masing-masing karakternya. Mulai dari konflik anak
perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya
orang tua dan anak terhadap apa yang diyakininya.
Film Senin Harga Naik juga
akan mengajak penonton ke sebuah interior toko roti ikonik, yang menjadi latar
di film ini. Dinna dengan apik menampilkan latar toko roti tersebut sebagai
sebuah tempat yang memiliki nilai sentimentil dan menggerakkan emosi tiap
karakternya, dan menjadi motivasi drama yang dihadirkan.
Sementara bagi Nadya Arina,
memerankan Mutia, sebagai anak yang berkonflik dengan Ibunya sendiri justru
memberikan refleksi tentang cara berkomunikasi dengan orang tua.
“Semakin dewasa, ada perubahan
cara berkomunikasi dengan orang tua. Sering sekali ada kesalahpahaman yang
mungkin dianggapnya jadi berbeda sama orang tua. Film Senin Harga Naik itu ngajarin aku juga untuk memahami
dan bisa lebih menyayangi keluarga,” kata
Nadya Arina.
“Semua adegan yang ada di film
ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke
orang yang mungkin sudah lama berselisih paham, dan Lebaran jadi momen yang
tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin
Harga Naik,” tambah Nadya.
Meriam Bellina, yang memerankan
Retno, Ibu tiga anak yang berseteru dengan anaknya, Mutia, dan kerap berselisih
paham dengan menantunya, menjelaskan film ini menyadarkan tentang arti
pentingnya kebersamaan dan kehadiran bersama orang tersayang.
“Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, ‘Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini,
aku punya itu.’ Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki
kedekatan dengan anak-anaknya. Sementara anakanaknya ingin berkembang dan
melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya cukup keras dalam mendidik dan
malah membuat mereka semakin menjauh. Tapi, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki
semua, dan saya rasa menonton film Senin Harga Naik bersama keluarga di
momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan
keluarga,” ujar Meriam Bellina.
Tonton film Senin Harga Naik bersama seluruh
keluarga di bioskop untuk merayakan Lebaran. Tayang mulai 18 Maret di Bioskop kesayangan kamu. Temukan kembali kehangatan
keluarga! Ikuti perkembangan terbaru film Senin Harga Naik melalui akun Instagram
@filmseninharganaik, @Starvisionplus, dan Tiktok @StarvisionOfficial.
***
Sinopsis
Pertengkaran Mutia dengan Ibunya, Retno, membuatnya pergi
dari rumah untuk membuktikan dirinya bisa sukses secara mandiri. Tiga tahun
berlalu, promosi karir Mutia di perusahaan properti tersandung proyek
penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik Retno.
Tidak ada pilihan lain, Mutia
kembali ke rumah, dan bekerja sama dengan kakak dan adiknya untuk melunakkan
hati ibunya agar mau menjual Mercusuar.
Pemain & Tim Produksi
Nadya Arina Mutia Soejono
Meriam Bellina Retno Wulandari
Andri Mashadi Amal Soejono
Nayla Purnama Tasya Soejono
Givina Taris
Adam Xavier Alviero
Brandon Salim Nando Hidayat
Nungki Kusumastuti Ida Ariati
Hamish Daud Maruli Zubizarreta
Aci Resti Rani
Arif Alfiansyah Karmanto
Razan Zu Patria Perkasa
Rianti Cartwright Retno Muda
Restu Sinaga Bimo
Annisa Hertami Ida Muda
Dayu Wijanto Irene Candrawati
Reynavenzka Sabrina Hapsari
Hifdzi Khoir Legal 1
Devy Anastasia Vlogger
Lolox Sales Cluster 1
Inyonk Legal 2
Violeta Ekanjani Legal 3
Chika Waode Sales Cluster 2
Maryam Lin Mutia Kecil
Jordan Omar Amal Kecil
Mikhaila Zeline Tasya Kecil
Ashraf Dirgham Alviero 3th
Produksi Starvision
Legacy Pictures Produser Chand Parwez Servia
Riza
Mithu Nisar
Sutradara Dinna Jasanti
Produser Eksekutif Reza Servia
Amrit Dido Servia
Raza Servia
Lisbeth Simarmata
Produser Lini Sara Kessing
Peulis Skenario Rino Sarjono
Pengarah Artistik Okie Yoga Pratama
Penata Kamera Amalia Ts, ICS
Penyunting Gambar Hendra Adhi Susanto
Penata Suara Aditya Trisnawan
Perekam Suara Yusuf Patawari
Penata Musik Hariopati Rinanto
Penata Warna Chressandy Rorimpandey
Penata VFX & Grafis In My Room
Penata Rias Nathasa Agnes
Penata Busana Angela Suri Nasution
Penata Peran Arief Havidz
Erik Arifin
Perancang Poster Alvin Hariz
OST Saat Kau Telah Mengerti - Virgoun
Selaras - Kunto Aji & Nadin Amizah
Jika Nanti - Raissa Anggiani
Tentang
Starvision
Starvision merupakan salah satu
rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia,
dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan
nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini
dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat
dengan hati penonton Indonesia.
Setiap tahunnya, Starvision
merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain
paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan
Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh
proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus
kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.
Dalam beberapa tahun terakhir,
Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan
banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka
Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan
Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam
menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna— meneguhkan
posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun
kolaborator di industri perfilman Indonesia.
Tentang Legacy Pictures
PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah
satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.
Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi Film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan Investasi film. “PENGABDI SETAN”, “AGAK LAEN”, “PETUALANGAN SHERINA 2” dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.
Komentar
Posting Komentar