Film Ikatan Darah Menyajikan Roller Coaster Ride Action! Duel Laga Karakter Utama Perempuan yang Fresh Sekaligus Emosional dalam Misi Selamatkan Keluarga dari Jeratan Lintah Darat
Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April
2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 24 April 2026 — Uwais Pictures bersama produser eksekutif Iko Uwais dan sutradara
Sidharta Tata menghadirkan kesegaran baru di perfilman Indonesia melalui film
aksi Ikatan Darah yang
akan tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia. Menampilkan duel dari
karakter utama perempuan yang diperankan Livi Ciananta sebagai Mega saat
berhadapan dengan geng mafia paling mematikan di Jakarta demi menyelamatkan
keluarganya.
Di setiap adegan aksinya, Sidharta Tata
memberikan keunikan masing-masing dengan lapisan emosional yang berbeda. Ikatan Darah membawa angin segar dengan
menampilkan film aksi laga Indonesia yang kualitasnya setara film
internasional, dengan pendekatan isu sosial yang dekat dengan Indonesia melalui
permasalahan judi online (judol)
dan jeratan pinjaman online
(pinjol).
Sementara itu, sajian action di film Ikatan Darah seperti tak memberikan waktu penonton untuk bernapas, dan menjadi
pengalaman sinematik yang sangat roller coaster ride.
Diproduseri oleh Ryan Santoso, dengan
produser eksekutif Iko Uwais bersama Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger,
film yang diproduksi Uwais Pictures yang turut didukung oleh KG Pictures,
Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active memberikan pengalaman baru bagi penonton
Indonesia lewat genre aksi yang berkualitas.
“Film Ikatan Darah membuktikan bahwa regenerasi action di Indonesia terjadi dan terus berkembang. Di film ini, pemeran
utamanya perempuan, yang biasanya bahkan di dunia sekalipun, film action didominasi oleh karakter utama
laki-laki. Ini menjadi komitmen Uwais Pictures yang terus mendorong lahirnya
bakat-bakat baru di genre action,” kata produser eksekutif Iko Uwais.
Tak hanya menyajikan aksi yang bikin tahan
napas, sutradara Sidharta Tata juga menyajikan elemen drama yang emosional dan
menyentuh. Tentang hubungan keluarga dan persaudaraan dan sikap rela
berkorban.
Ceritanya juga diambil dari keseharian yang
sangat dekat dengan banyak orang. Tentang perjuangan kelas ekonomi bawah yang
bertaruh demi mendapat hidup yang layak.
“Ikatan Darah menunjukkan soal bagaimana
persaudaraan dan pertemanan menjadi harga mati yang saling terikat. Bagaimana
kita merajut hubungan persaudaraan yang rela berkorban, rela untuk melakukan
apapun demi kelangsungan hidup saudaranya,” ujar sutradara
Sidharta Tata.
“Secara action, saya menjanjikan akan menjadi
pengalaman sinematik di bioskop yang juga roller coaster ride. Kami didukung oleh tim yang sangat berpengalaman, bersama Uwais Team
yang telah mengerjakan berbagai proyek laga internasional dan akan menjadi
hiburan yang begitu menegangkan hingga akhir di bioskop,” tambah Sidharta Tata.
Ikatan Darah dibintangi
oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana,
Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris
senior Lydia Kandou.
Ismi Melinda
Livi dan Derby akan menghadapi para musuh
mereka dengan gaya bertarung yang berbeda-beda. Perbedaaan gaya duel inilah
yang akan semakin membuat menarik Ikatan Darah sehingga film ini terasa begitu kaya dengan teknik action yang berkualitas.
“Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk
mempersiapkan adegan fighting.
Selama tiga bulan itu, kami hampir setiap hari mengulang koreografi yang sudah
diciptakan oleh Uwais Team. Sehingga saat syuting pun minim cedera,” kata Livi Ciananta, yang memerankan karakter utama bernama Mega di Ikatan Darah.
“Tentunya di film ini bagian adegan
fighting-ku sangat banyak. Setiap ada adegan fight, itu ada aku, dan setiap fight,
punya rasa yang berbeda-beda. Dalam perjalanan menyelamatkan kakaknya, Mega
selalu bertemu dengan penjahat yang karakter membunuhnya itu bermacam-macam,” tambah Livi.
Bagi Derby, ini adalah pengalaman pertamanya membintangi film aksi. Derby sendiri sebenarnya memiliki latar belakang atlet dan berbagai bidang beladiri, termasuk muay thai hingga jiu jitsu. Namun, di film ini, Derby justru harus beradegan aksi menggunakan instingnya.
“Sebenarnya latar belakang beladiriku sangat bermanfaat di Ikatan Darah, yang menjadi film action pertamaku. Karena filmnya sangat physical, aku harus sprint, jatuh dan segala macam, yang sebagian besar itu aku lakukan sendiri tanpa stunt. Aku juga banyak belajar tentang koreografi fighting di film ini yang seperti dance, ada ritme, beat, serta chemistry,” kata Derby Romero yang memerankan Bilal.
“Di film ini, aku fighting mengandalkan instingku, dan dipaksa untuk terus berlari,” tambah Derby.
Ikatan Darah akan
membawa penonton pada pengalaman sinematik dari sajian aksi laga dengan
kualitas internasional, dengan bumbu cerita drama dan sentuhan lokal yang
sangat Indonesia. Film ini adalah tentang pertaruhan hidup dan mati, yang juga
berbicara tentang permasalahan yang banyak dihadapi orang di Indonesia.
Ikuti informasi dan perkembangan terbaru
Uwais Pictures dan film Ikatan Darah melalui akun Instagram @uwaispictures.
***
SINOPSIS
Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet
pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya,
Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang
dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.
Aksi perburuan membuat kakak beradik itu
terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para
preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan
Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster
itu meski nyawa menjadi taruhannya.
***
TENTANG UWAIS PICTURES
UWAIS PICTURES adalah rumah produksi film
yang diluncurkan pada tahun 2023 oleh aktor sekaligus atlet bela diri Iko
Uwais. Perjalanan Uwais Pictures berawal dari “Uwais Team” sebuah tim
koreografi aksi yang telah dikenal luas lewat kontribusi di berbagai film
nasional dan internasional. Uwais Pictures hadir dengan visi untuk menghadirkan
film laga yang mengakar pada seni bela
diri Indonesia, namun tetap mampu bersaing di pasar global.
Rumah produksi ini digerakkan oleh tim inti
yang solid, termasuk Iko Uwais sebagai Chairman dan Ryan Santoso sebagai CEO.
Setiap film yang diproduksi dihadirkan dengan filosofi bahwa aksi bukan sekadar
hiburan visual, melainkan medium untuk bercerita dan menginspirasi generasi
yang baru.
Proyek perdana Uwais Pictures, Ikatan Darah garapan Sidharta Tata dan Timur yang disutradarai langsung oleh Iko Uwais, menjadi penanda langkah pertama untuk memperkenalkan wajah baru film laga Indonesia. Melalui karya-karya tersebut, Uwais Pictures ingin mengedukasi penonton muda agar semakin menghargai film laga lokal, sekaligus memperkenalkan pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan orientasi pasar internasional, Uwais Pictures berkomitmen untuk menjangkau penonton yang lebih luas dan bisa menduniakan film laga Indonesia di kancah perfilman dunia.








Komentar
Posting Komentar