Film Kupeluk Kamu Selamanya Memotret Cerita Perjuangan Ibu Untuk Berdamai dengan Kehidupan, Cinta Tanpa Syarat hingga Titik Akhir
Tonton film Kupeluk Kamu Selamanya mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia, rasakan makna #CintaTanpaSyarat
Jakarta, 24 April 2026 — Kuy! Studios mempersembahkan film debut layar lebar mereka yang bekerja
sama dengan Aktina Film, Kupeluk Kamu Selamanya. Sebuah drama keluarga yang tayang mulai 30 April 2026 di bioskop
Indonesia. Menampilkan cerita perjuangan seorang ibu untuk berdamai dengan
kehidupannya.
Film Kupeluk Kamu
Selamanya mengikuti kisah seorang ibu tunggal bernama
Naya yang diperankan oleh Hana Malasan. Ia harus merelakan kariernya demi
merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir.
Ketika Naya berpisah dengan sang suami (Ibnu Jamil), kehidupan Naya semakin
menantang. Saat sakit bawaan Aksa semakin parah dan membuatnya harus menjalani
perawatan, Naya diuji kekuatannya baik sebagai ibu dan seorang manusia.
Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, yang
dalam setiap filmnya selalu berbicara tentang relasi ibu dan anak, ia
memberikan sebuah perjalanan emosional yang menyentuh dari kisah Naya dan Aksa.
Penonton diajak untuk merasakan dan memaknai arti cinta tanpa syarat, dari
sudut pandang seorang ibu.
Film ini dibintangi oleh Hana Malasan, Jared
Ali, Ibnu Jamil, Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike
Prastika, Mario Irwinsyah, dan Leroy Osmani. Film ini juga menjadi debut aktris
Dinda Hauw sebagai produser, bersama Dara Dwitanti. Kupeluk Kamu
Selamanya juga menjadi debut Sean Gelael di industri
perfilman Indonesia, dengan menjadi produser eksekutif film ini, bersama Angga
Dwimas Sasongko.
“Saya ingin penonton pulang dan menyadari,
bahwa kita memiliki cinta yang tidak akan pernah selesai, yakni cinta seorang
ibu kepada anaknya. Namun, ketika cinta itu selesai, itu menjadi sebuah
kenangan yang juga tidak akan pernah akan hilang,” ujar sutradara
Pritagita Arianegara.
Sementara itu, bagi Hana Malasan, ia memaknai
sebuah cinta tanpa syarat adalah saat memberikan sesuatu tanpa berharap imbal
balik. Namun, lewat karakter Naya, Hana juga melihat sebuah refleksi bahwa
perempuan, terutama ibu, kerap kali dianggap selalu kuat, sehingga merasa tidak
butuh pertolongan dari orang di sekitarnya.
“Naya mengajarkan kita untuk jangan lupa
meminta tolong. Tidak apa-apa jika kita terlihat rapuh, karena itu sangat
manusiawi. Rapuh itu juga bagian dari emosi manusia yang harus kita terima,” ujar Hana Malasan.
“Film ini sebenarnya juga cerita tentang
perjuangan seorang ibu untuk bisa berdamai dengan kehidupan. Karena sebenarnya
seorang ibu yang sudah berdamai dengan hidupnya sendiri, akan terefleksi ke
orang-orang sekitar. Terkadang itu yang dilupakan, karena terlalu fokus untuk
menjadi ibu yang kuat dan sempurna, padahal sebenarnya ibu juga manusia, dan
manusia tidak sempurna,” tambah Hana.
Bagi Ibnu Jamil, film Kupeluk Kamu Selamanya juga terasa sangat
manusiawi, saat Pritagita memotret para karakternya tidak benar-benar hitam
putih antara protagonis-antagonis.
Kupeluk Kamu Selamanya yang juga menceritakan tentang perjalanan orangtua tunggal dalam
memperjuangkan anaknya, juga menjadi bentuk refleksi untuk para orangtua yang
sering merasa paling tahu apa yang dibutuhkan sang anak.
“Film ini adalah perjuangan orangtua tunggal
dengan segala macam bentuk cara dan keterbatasannya untuk merawat anaknya.
Hebatnya, tidak ada yang antagonis, karena di dunia nyata pun tidak ada yang
hitam-putih, tergantung melihatnya bagaimana, setiap orang punya sudut pandang
masing-masing,” ungkap Ibnu Jamil.
Kupeluk Kamu Selamanya tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia. Saksikan dan resapi
makna #CintaTanpaSyarat di film ini. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun
Instagram @kupelukkamuselamanya dan @kuy.studios.





Komentar
Posting Komentar