Langsung ke konten utama

Film Na Willa Telah Menghangatkan Hati 1 Juta Penonton, Sutradara Ryan Adriandhy Jamin Ada Sekuelnya!

Sukses Tembus 1 Juta Penonton, Dunia Na Willa akan berlanjut!



 

Jakarta, 4 April 2026 — Film persembahan Visinema Studios dari sutradara Ryan Adriandhy, Na Willa kini telah sukses meraih 1 juta penonton lebih di bioskop Indonesia. Membuktikan banyak hati keluarga dan anak Indonesia yang telah merasakan kehangatan cerita dari Dunia Na Willa yang membuat bahagia. 

 

Raihan 1 juta penonton sekaligus menjadi catatan positif bagi Visinema Studios bersama trio kreator, sutradara Ryan Adriandhy dan duo produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai pencetak film blockbuster. Ini menjadi film kedua dimana ketiganya sukses mencetak blockbuster secara berturut setelah JUMBO.

 

“Bersyukur tanpa libur. Terima kasih kepada para penonton yang sudah membuka hati dan memberi ruang bagi Na Willa untuk hadir dalam perjalanan mereka. Bagi kami, Na Willa bukan hanya sebuah film, tapi sebuah ruang sederhana yang mengajak kita pulang kembali merasakan dunia dari sudut pandang seorang anak, dengan kejujuran, kehangatan, dan rasa ingin tahu yang mungkin pernah kita tinggalkan, karena Na Willa adalah kita.

 

Capaian 1 juta penonton ini bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa keluarga Indonesia merindukan cerita yang dekat, yang relevan, dan yang bisa dirasakan bersama. Ini menjadi pengingat sekaligus komitmen bagi kami di Visinema Studios untuk terus menghadirkan cerita keluarga dan anak yang bermakna untuk kita, untuk anak-anak kita, dan untuk anak-anak di dalam diri kita.” ujar Chief of Content Officer Visinema Studios dan produser Na Willa Anggia Kharisma.

 

Raihan 1 juta penonton juga menjadi bukti bahwa kini penonton Indonesia telah mengenal Dunia Na Willa. Sutradara Ryan Adriandhy pun memastikan terkait kelanjutan sekuel Na Willa, yang akan segera hadir.

 

“Film Na Willa yang sekarang masih tayang di bioskop adalah awal. Dan masih akan ada kelanjutan ceritanya di film keduanya. Sekarang sudah masuk draft skenario untuk film kedua,” ujar Ryan Adriandhy.




“Terima kasih kepada 1 juta penonton yang telah percaya dengan cerita Na Willa. Saya sangat senang melihat banyak orang dewasa bersukacita atas film yang dianggap ‘sangat anak-anak’. Terima kasih juga untuk penonton yang sudah berbahagia selama dua kali Lebaran, sejak JUMBO hingga Na Willa,” ujar Ryan Adriandhy.

 

Beberapa penonton dewasa yang juga bersukacita menonton Na Willa adalah aktor dan komika Ardit Erwandha, yang menonton bersama istri dan anaknya. “Senyumku mengembang besar sekali melihat Na Willa sampai rumah langsung baring di lantai menikmati ademnya keramik. Terima kasih Ryan Adriandhy beserta cast dan crew yang sudah bekerja keras untuk Na Willa,” kata Ardit Erwandha.

 

Produser, penulis, dan sutradara Ernest Prakasa juga menyampaikan kesannya setelah menonton film Na Willa. “Buat gue Na Willa ini film yang luar biasa, yang bagus banget. Nggak bakal nyesel deh lo nonton. Nonton dan berbanggalalah kita punya film Indonesia seperti ini,” kata Ernest Prakasa.

 

1 juta orang telah lebih dulu merasakan hangat dan bahagianya Na Willa dan cerita ini masih terus hadir di bioskop. Ajak keluarga dan orang-orang terdekat menonton film Na Willa untuk bisa bersama-sama  #BahagiaBarengNaWilla. 

 

 

*** 



Sinopsis

 

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

 

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

 

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

 

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.




Catatan Produksi:


Judul Film                  

: Na Willa

Genre                          

: Drama, Keluarga

Sutradara                   

: Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif 

: Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser                     

: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser              

: Mia A. Santosa

Produser Lini             

: Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara     

: Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi

: K. Dwi Prasetya

Sinematografer          

: Yadi Sugandi

Desainer Produksi 

: Sri Rini Handayani

Penata Busana           

: Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias                

: Notje M. Tatipata

Penata Suara              

: Siti Asifa Nasution

Penyunting                 

: Teguh Raharjo

Komposer                   

: Ofel Obaja 

Pemeran                     

: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi,  

  Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira  

  Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla 

  Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

 


TENTANG VISINEMA GROUP

Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform. 

 

Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; BION Studios yang menghadirkan cerita-cerita hyperlocal dan trending di masyarakat; Visinema Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show; Visinema Content yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di platform streaming; dan Skriptura yang memberikan layanan script development dan scriptwriting. 

 

Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...