Relatable dengan Kaum Budak Korporat, Official Trailer, Poster & OST Film Monster Pabrik Rambut Rilis Menyambut Hari Buruh
Jakarta, 30 April 2026 — Palari Films merilis official
trailer, poster, dan original soundtrack (OST) film Monster Pabrik Rambut yang disutradarai Edwin, serta dibintangi Rachel Amanda, Lutesha,
Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev. Official trailer menampilkan horor tentang
dunia kerja yang dekat dengan situasi sekarang, ketika tempat kerja berubah
serupa monster, yang memaksa para pekerja bekerja sampai mati.
Nuansa pabrik rambut yang menjadi tempat bekerja Putri (Rachel Amanda) dan Ida
(Lutesha) ditampilkan dengan suasana mencekam di trailer. Putri dan Ida adalah
kakak-adik yang terpaksa masuk ke pabrik rambut tersebut untuk mengungkap
misteri kematian ibunya. Namun, saat mereka bekerja di pabrik tersebut,
kejanggalan-kejanggalan justru semakin terasa, dan menambah keyakinan Ida yang
percaya ibunya mati secara tak wajar ketika bekerja di pabrik tersebut.
Sementara itu, Iqbaal, yang memerankan
karakter Bona, menjadi adik bungsu dari Putri dan Ida. Ia memiliki kemampuan
untuk meregenerasi seluruh anggota tubuhnya sendiri, layaknya Axolotl—amfibi asal Meksiko yang memiliki
kemampuan unik meregenerasi seluruh anggota tubuhnya. Sebuah simbol yang
menyiratkan pertanyaan, apakah para pekerja juga diharapkan bekerja terus
menerus dengan regenerasi bagian tubuhnya sendiri?
Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad
Zaidy, film Monster Pabrik Rambut menjadi ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang,
Jerman, dan Prancis, yang membuktikan kredibilitas kualitas film ini. Film ini
ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan, yang menjadi kolaborasi kedua mereka
setelah sukses internasional Seperti Dendam, Rindu Harus
Dibayar Tuntas (2021). Selain bermain, Iqbaal Ramadhan
juga turut menjadi produser eksekutif, bersama Ernest Prakasa, Dian
Sastrowardoyo dan Maudy Ayunda.
“Di film Monster Pabrik
Rambut, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi kerja
seringkali membuat kita menjadi seperti mesin, kerja terus menerus, atas nama
produktivitas. Malah diharapkan bisa ganti ‘spare parts’ sendiri (seperti
Axolotl). Seperti buruh di industri lainnya, buruh film juga seringkali kurang
tidur. Dan tidak salah, karena kita mau menyenangkan keluarga kita, pacar kita,
atau diri kita sendiri. Namun, kalau sampai mencelakakan diri sendiri, malah
jadi menyedihkan,” ujar penulis dan sutradara Edwin.
Monster Pabrik Rambut sendiri akan memberikan pengalaman sinematik yang baru dan berbeda
untuk perfilman Indonesia. “Palari Films selalu berkomitmen untuk melahirkan
karya yang mampu memantik percakapan dengan isu yang relevan dan penting untuk
kita bicarakan bersama. Melalui film Monster Pabrik Rambut, kami ingin menghadirkan hiburan yang juga menyentil dengan visual
yang fantastis dan sedikit ajaib,” ujar produser Meiske Taurisia.
Official poster
film Monster Pabrik Rambut menampilkan ketiga saudara, Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal
Ramadhan, serta Sal Priadi dan Kev dengan dengan tatapan kosong seperti kurang
tidur. Tak hanya kehadiran kelimanya, sosok kepala Didik Nini Thowok terlihat
di antara manekin kepala di lemari belakang, terlihat seperti mengintai mereka.
Sementara itu, original soundtrack (OST) film yang berjudul Kepala,
Pundak, Kerja Lagi dinyanyikan dan diciptakan oleh
Sal Priadi, yang akan menjadi anthem
bagi para pekerja yang masih harus berjuang dengan lembur sampai babak
belur.
Terciptanya OST ini berawal dari sebuah
adegan yang mengharuskan Rudi, karakter yang diperankan Sal, bermain gitar dan
bernyanyi. Hingga kemudian muncul diskusi antara Edwin dan Sal untuk
mengembangkan lagu dalam adegan tersebut menjadi OST film.
Bagi Rachel Amanda, Monster Pabrik Rambut terasa sangat dekat
dengan situasi saat ini. Ketika generasi milenial dan Z kerap kali harus
menormalisasi hustle culture
demi mengejar duniawi dan pada akhirnya kurang tidur, hingga risiko kematian
akibat kelelahan bekerja.
“Overwork
itu sesuatu yang nyata. Ini terjadi di semua industri kerja, termasuk di
perfilman sendiri. Aku harap Monster Pabrik Rambut semakin menyadarkan kita tentang pentingnya istirahat, dan bahwa film
ini juga akan menyadarkan orang tentang tidur adalah hak asasi manusia.
Horornya dunia kerja itu nyata, kita sering banget mendengar cerita orang yang
harus lembur sampai babak belur, dan Monster Pabrik Rambut ingin menyuarakan keresahan itu,” kata Rachel Amanda.
Monster Pabrik Rambut juga menghadirkan ansambel pemeran yang unik dan kuat. Film ini juga
menjadi horor perdana Iqbaal, serta film debut bagi kreator konten Kev, yang
membuktikan kualitas aktingnya di layar lebar dan memberi bukti regenerasi
industri perfilman Indonesia.
Sal Priadi, yang pertama kali bekerja sama
dengan Palari Films melalui Seperti Dendam, Rindu Harus
Dibayar Tuntas akan kembali bekerja sama di film Monster Pabrik Rambut. Tak hanya bermain,
namun Sal juga dipercaya untuk menciptakan OST. film yang akan menjadi mars
para pekerja di tengah gempuran lembur.
Film Monster Pabrik
Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia!
Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Monster Pabrik
Rambut persembahan Palari Films melalui akun Instagram
resmi @palarifilms.
***
Sinopsis
PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang
mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut
MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia
percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena
kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur
berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA
(Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. Ia mampu
meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah
Putri dan Ida menyelamatkan Bona?
Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi film
yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske
Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam
perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di
Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar
Tuntas”.
Beberapa film yang pernah diproduksi Palari
Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12
nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar
Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang.
Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali &
Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017).
Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan
berkualitas.









Komentar
Posting Komentar