Jakarta, 23 Mei 2026 — Tahun 2026 menjadi perjalanan yang penuh makna bagi RAN. Setelah sukses menggelar musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu, perjalanan menuju 20 tahun berkarya yang akan
dirayakan November nanti kini kembali diperkuat lewat sebuah langkah yang
terasa sangat personal, merilis super remake music video “Pandangan Pertama” yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya
pada tahun 2006.
Jika musikal “Pandangan Pertama”
menjadi cara RAN merayakan perjalanan mereka lewat panggung teater, maka remake music video ini adalah cara mereka
kembali menatap titik awal yang memulai semuanya.
Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan
hanya lagu pertama. Lagu itu adalah fondasi. Sebuah titik nol yang tanpa mereka
sadari perlahan mengubah hidup tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik
dengan perjalanan paling panjang di Indonesia.
Dan dua puluh tahun kemudian, mereka
memutuskan untuk kembali ke sana.
“Kita nggak pernah benar-benar
meninggalkan lagu ini,” kata Nino. “Semakin dewasa, kita justru makin sadar
kalau hidup kita berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana,
sekarang rasanya sakral banget.”
Namun menariknya, music video “Pandangan Pertama” yang selama
ini dikenal banyak orang ternyata bukan diunggah dari akun YouTube resmi RAN
sendiri.
Di era awal 2000-an, ketika YouTube
bahkan belum menjadi platform
utama seperti sekarang, music video dibuat sebagai syarat agar lagu bisa tayang di televisi musik
nasional. RAN pun membuat video klip “Pandangan Pertama” untuk kebutuhan
promosi saat itu. Tapi ketika era digital mulai berubah dan YouTube menjadi
rumah baru bagi video musik, mereka justru lupa mengunggah video tersebut ke
akun resmi mereka sendiri.
Lucunya, video itu kemudian hidup
sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang bahkan sampai hari ini
tidak pernah mereka kenal.
“Jadi selama bertahun-tahun orang
nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kita
nggak tahu siapa,” cerita Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi
bagian dari sejarah lagu ini.”
Karena itulah ketika memutuskan
membuat ulang music video
tersebut, RAN tidak ingin membuat versi modern yang terlalu berbeda. Mereka
justru ingin menghadirkan ulang rasa yang sama. Hampir semua detail dibuat
semirip mungkin dengan video klip aslinya mulai dari wardrobe, styling, angle kamera,
gestur, hingga tone visualnya.
“Kita benar-benar sampai nonton frame
per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar,” ujar Rayi. “Ini
bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk
kita.”
Asta mengaku proses remake ini justru
terasa lebih emosional dibanding yang mereka perkirakan sebelumnya.
“Ada momen waktu syuting di mana kita
tiba-tiba diem sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kita. Semua memori
itu balik lagi,” kata Asta. “Dan ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih
ada.”
Di balik proses yang penuh detail
tersebut, ada satu cerita kecil yang paling membuat mereka tertawa selama
syuting berlangsung.
Pada music video original tahun 2006,
Nino ternyata memakai sepatu “Nike KW” karena saat itu mereka belum punya
banyak uang untuk kebutuhan styling
video klip.
Dan ketika tim produksi mencoba
mencari sepatu yang sama untuk kebutuhan remake versi 2026, mereka akhirnya
menemukan bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, hanya saja sangat
langka dan sulit ditemukan hari ini.
“Pas kita cari lagi, ternyata ada
versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka,” kata
Nino sambil tertawa. “Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya
demi akurasi sejarah… gue beli yang KW lagi.”
Meski dipenuhi cerita-cerita hangat dan
nostalgia personal, remake “Pandangan
Pertama” tetap menjadi sesuatu yang
lebih besar dari sekadar mengulang masa lalu.
Bagi RAN, ini adalah pengingat bahwa
perjalanan mereka tidak pernah benar-benar berhenti.
Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan
Pertama” ke panggung teater, remake music video ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN pada akhir
tahun nanti.
“Kami nggak melihat ini sebagai
comeback,” tambah Nino. “Karena buat kami, perjalanan itu nggak pernah
berhenti. Ini cuma kelanjutan dari langkah yang sudah dimulai sejak ‘Pandangan
Pertama’.”
Dan seperti lagu yang terus menemukan
pendengarnya selama dua dekade terakhir, RAN pun percaya bahwa perjalanan
mereka masih akan terus berlari.
“Dua puluh tahun bukan garis akhir,”
tutup Nino. “Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan
pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng.”
***
Tentang RAN
RAN adalah grup musik asal Jakarta yang
telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino, mereka dikenal
lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan di telinga tapi dalam di
rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama, RAN telah
menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal
dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang
kedua puluh.



Komentar
Posting Komentar