4 Film Pendek dari 4 Sutradara Indonesia: Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal, World Premiere 14 Mei 2026 di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026
Next Step Studio 2026 yang diproduksi oleh KawanKawan Media adalah edisi perdana di Next Step Studio La Semaine de la Critique Cannes Film Festival
Jakarta, 9 Mei 2026 — Empat film pendek dari empat sutradara Indonesia, Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal akan tayang perdana (world premiere) di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026. Keempatnya bekerja sama dengan empat sutradara Asia Tenggara.
Keempat film tersebut adalah Holy Crowd, disutradarai Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth
Subramaniam, film Original Wound disutradarai
Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa disutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa,
dan film Mothers Are
Mothering disutradarai Khozy Rizal bersama
sutradara Singapura, Lam Li Shuen.
Tak hanya disutradarai empat sutradara
Indonesia, film-film tersebut juga turut dibintangi oleh jajaran pemeran papan
atas Indonesia, serta sinematografi yang diarahkan sinematografer pemenang
penghargaan dan jajaran kru dari Indonesia.
Film Holy Crowd dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, dan Arswendy Bening Swara. Original Wound dibintangi oleh Agnes Naomi, Omara Esteghlal, dan Vivian Idris. Annisa dibintangi oleh Choirunnisa Fernanda, Nazira C. Noer, dan Shakeel Fauzi. Mothers Are Mothering dibintangi oleh Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad Tajudin.
Sementara itu, sinematografer Vera
Lestafa mengarahkan gambar untuk film Holy Crowd dan Original Wound,
Faozan Rizal untuk film Annisa,
dan Deska Binarso untuk film Mothers Are Mothering. Bergabung ke dalam tim sebagai Penata kostum Retno Ratih Damayanti
dan Sigit D. Pratama sebagai Production Designer.
Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma
(KawanKawan Media), menjadi produser empat film tersebut. Sementara itu pada
jajaran ko-produser adalah Dominique Welinski, Fanni Mardhotillah, Hannan
Cinthya, dan Nazira C. Noer, serta jajaran produser eksekutif Adi Sumarjono,
Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem, Dian Sastrowardoyo, Madeleine
Tjahyadikarta, Melyana Tjahyadikarta, Muhammad Noviar Rahman, Prilly
Latuconsina, Rio Pasaribu, Tony Ramesh, Trivet Sembel.
Kementerian Kebudayaan dengan bangga
mengumumkan hadirnya Next Step Studio Indonesia, sebuah program kolaborasi sinema global yang untuk pertama kalinya
berlangsung di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari ekosistem
internasional The Factory, yang
sejak 2013 telah mendukung lahirnya suara-suara baru dalam perfilman dunia.
Mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis,
dan Institut français d’Indonésie dalam mewujudkan kolaborasi ini.
Melalui Next Step Studio
Indonesia, empat sutradara muda tanah air diantaranya Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan
Reza Fahriyansyah akan berkolaborasi dengan sineas internasional untuk
menghasilkan karya film pendek yang akan ditayangkan perdana di Critics’ Week Cannes 2026. Inisiatif ini
tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan
industri global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan
Prancis, sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen
untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru pembuat
film. Kehadiran Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem
sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh,” ujar Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik dan Seni Kementrian
Kebudayaan.
Next Step Studio 2026 juga diproduksi bersama dan didukung oleh Indra Sashi Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, Poplicist Publicist, Beacon Film, Salaya Yachts, Arungi Films, Prodigihouse Post Production, Brandlink Indonesia, Titrafilm A La Plage Studio, Artha Graha Peduli, Jakarta Film Week, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Direktorat Film, Musik dan Seni,Direktur jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, dan Institute Francais Indonesia.
“Dalam setahun terakhir Pemprov DKI
sangat serius mempersiapkan Jakarta menjadi Kota Sinema, tidak hanya lokasi
shooting sejumlah insentif juga sedang kami siapkan untuk insan film, dengan
banyaknya produksi film di Jakarta, saya berharap economic impact baik dari
sektor wisata, kuliner, heritage dan lainnya bisa semakin hidup dan dampak
ekonominya terasa bagi masyarakat,” ujar Rano Karno Wakil Gubernur DKI
Jakarta.
Tahun ini akan menjadi edisi perdana
program Next Step Studio di La Semaine de la Critique yang menjadi bagian dari
Cannes Film Festival. Dalam edisi perdana Next Step Studio, program ini
memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia yang telah menulis dan
menyutradarai bersama empat film pendek yang akan ditayangkan selama edisi
ke-65 La Semaine de la Critique.
“Industri film Indonesia saat ini
merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia, didorong oleh generasi
pembuat film berbakat yang karyanya kian mendapatkan pengakuan internasional.
Next Step Studio Indonesia adalah sebuah program ambisius yang diselenggarakan
oleh La Semaine de la Critique Cannes Film Festival dan didedikasikan bagi
bakat-bakat baru Indonesia,” ujar Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien
Penone.
“Prancis dan Indonesia terus memperkuat
kerja sama budaya bilateral, khususnya di bidang sinema. Hal ini telah
disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam
Deklarasi Borobudur bersama yang ditetapkan pada 29 Mei 2025, serta dibahas
lebih lanjut oleh Menteri Kebudayaan Prancis dan Indonesia dalam pertemuan
mereka di Paris pada 22 April 2026,” tambah Fabien Penone.
Next Step Studio merupakan program yang
melanjutkan konsep yang diprakarsai oleh La Factory di Directors’ Fortnight
sejak 2013. Sebuah program yang mendukung kemunculan suara-suara baru dalam
perfilman di seluruh dunia. Setiap tahun, program ini berlangsung di negara
yang berbeda dan menonjolkan sinema lokal, mempertemukan delapan sutradara
pendatang baru—empat lokal dan empat internasional—untuk menulis dan
menyutradarai bersama empat film pendek berdurasi 15 menit.
Pada 10 edisi pertama Factory, program
ini telah menjelajahi Taiwan, Chili, Finlandia, dan Denmark (Nordic Factory),
Afrika Selatan, Libanon, Tunisia, lima negara Balkan (SEE Factory), Portugal
utara, Filipina, dan Ceará di Brasil. Lebih dari 80 pembuat film telah
berpartisipasi dalam program ini dan hampir 50 film panjang (feature film) pertama telah berhasil dibuat.
“Kedelapan sutradara ini adalah sebagian dari begitu
banyak sutradara berbakat dari Indonesia dan Asia Tenggara, pemilihan mereka
utamanya karena rekam jejak artistik pada film pendek yang mereka kerjakan
sebelumnya yang telah terseleksi di berbagai film festival internasional dan
para sutradara ini sedang mengerjakan film panjang pertama atau kedua, di mana
Partisipasi mereka di Next Step Studio diharapkan akan memberikan feasibility
bagi proyek film panjang mereka agar dapat menembus panggung international.
Butuh lebih dari 2 tahun bagi saya untuk meyakinkan bahwa Indonesia patut
menjadi country of focus dan senang sekali akhirnya bisa segera dapat
mempresentasikan 4 film pendek karya 8 sutradara ini di Semaine de La
Critique’ ujar produser Next
Step Studio 2026 Yulia Evina Bhara.
“Kami mengucapkan selamat kepada para
sutradara, para produser, para pemain dan seluruh kru yang terlibat dalam
produksi Next Step Studio dan ini momentum yang patut dirayakan, karena sinema
Indonesia secara signifikan jumlahnya akan ditayangkan di La Semaine de la
Critique Cannes, tugas kami ke depan tentu saja berupaya untuk memfasilitasi
dan memberikan feasibility
bagi terjadinya kolaborasi dan
ko-produksi antar negara untuk terus dapat mempresentasikan sinema Indonesia di
panggung global,” ujar Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia
(BPI) Fauzan Zidni.
Reza Rahadian, yang sukses dengan debut feature Pangku, mengungkapkan antusiasmenya
untuk bisa berkolaborasi dengan sesama sineas Asia Tenggara. Kolaborasi ini
menjadi proses penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia.
“Next Step Studio memberikan kesempatan
cerita-cerita dari Indonesia dan Asia Tenggara bisa semakin terdengar dan
diperbincangkan. Isu-isu yang penting dari kawasan Asia Tenggara semakin
terlihat di perfilman internasional. Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan
bagi kami sesama sineas Asia Tenggara untuk saling berkomunikasi sekaligus
momentum dalam proses bertumbuh untuk menghasilkan karya-karya terbaik
mendatang,” ujar Reza Rahadian.
Empat film pendek Next Step Studio 2026
akan tayang perdana (world premiere) dalam sesi pemutaran khusus di La Semaine
de la Critique Cannes Film Festival 2026. Ikuti perkembangan dan informasi
terbaru Next Step Studio 2026 melalui kanal media sosial Instagram
@kawankawanmedia.








Komentar
Posting Komentar