All Women Project! Palari Films Memperkenalkan Pemeran & Sineas Film Desember Jani yang Seluruhnya Perempuan dari Lintas Generasi
Film Desember Jani tayang jelang Hari Ibu
pada Desember 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 23 Mei 2026 — Setelah merayakan 1 Dekade perjalanan Palari Films, rumah produksi yang
telah banyak memenangkan penghargaan dan judul-judul yang banyak diminati
penonton Indonesia, kini Palari Films memperkenalkan judul film terbarunya, Desember Jani (Jani Be Good). Film ini semakin menarik karena menjadi All Women Project yang ditulis, diproduseri, disutradarai, dan diperankan oleh semuanya
perempuan.
Film Desember Jani disutradarai oleh sutradara dan seniman visual Ariani Darmawan,
sekaligus menjadikan film ini sebagai debut feature-nya. Naskah film ini ditulis oleh Cyntha Hariadi, novelis dan penyair
pemenang penghargaan yang juga untuk pertama kalinya menulis naskah film.
Sementara itu, Meiske Taurisia, menjadi
produser di film ini, yang semakin memperkuat jajaran suara perempuan dalam
ceritanya. Meiske memproduseri film ini bersama Muhammad Zaidy.
Film Desember Jani juga menggabungkan jajaran ansambel aktris yang unik dan kuat, berasal
dari pemeran perempuan lintas generasi. Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri,
Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan debut layar lebar Hyori Mika.
“Ini adalah film pertama Palari Films
yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan,
dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama untuk seorang
ibu dan anak perempuan,” ujar produser Meiske Taurisia.
Film Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir
kehilangan cara untuk saling bicara, hingga yang paling muda, Jani (13 tahun),
memilih menjadi jembatan yang menyambungkan kembali. Film ini mengangkat tema
yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia: jarak emosional antargenerasi,
cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.
“Ini adalah proyek yang luar biasa, bersama
Palari Films, saya mengeksplorasi gagasan kreatif dengan lebih leluasa.
Memanfaatkan Bandung sebagai sepenuhnya latar di film ini, yang juga punya
nilai sentimental tersendiri untuk saya. Bersama jajaran pemeran perempuan di
film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun
nanti,” ujar sutradara Ariani Darmawan.
Empat pemeran perempuan di film ini
masing-masing membawa lapisan emosi yang berbeda. Tutie Kirana memerankan Oma,
perempuan berusia 75 tahun yang mengungkapkan cinta lewat tindakan, bukan
kata-kata. Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu yang menyimpan rasa
bersalah yang tak pernah terucapkan.
Hyori Mika memerankan Julia, anak yang
pergi dan belum tahu cara pulang. Chempa Puteri memerankan Jani, anak 13 tahun
yang melihat retaknya keluarga lebih jelas dari siapapun, dan memilih untuk
menjadi yang pertama bergerak.
Bagi aktris Sigi Wimala, yang cukup
lama menepi dari layar lebar, bergabung dengan film Desember Jani seperti menemukan keluarga baru. “Kami diberi waktu untuk berkumpul
bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik.
Tanpa diburu-buru dan dipaksakan. Jadi pas kami syuting sudah sangat nyaman,” ujar Sigi Wimala.
Desember Jani adalah
film kesekian bagi Chempa Puteri, namun untuk pertama kalinya Chempa dipercaya
sebagai pemeran utama. “Untuk persiapannya, aku latihan chemistry dengan Mama Sigi, Oma Tutie, Ibu
Rani sebagai sutradara, dan Bu Dede sebagai produser. Aku belajar banyak dari
orang-orang hebat di film ini dan mendapatkan ilmu yang berharga,” ujar Chempa Puteri.
Sementara itu, ada kisah menarik di
balik pemilihan Hyori Mika. Mulanya, sang sutradara melihat akting Hyori dalam
sebuah iklan di kereta api. Saat itu, ia pun meminta tim casting untuk mencari Hyori Mika dan akhirnya
ia memerankan Julia di film panjang debutnya.
“Senang rasanya dipercaya untuk
memerankan karakter Julia di film ini. Anak sulung yang memutuskan pergi dari
rumah karena tidak didengar. Film ini jadi perjalanan awalku di dunia film, dan
semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama
tentang boundaries dan
mereka yang lagi mencari jati diri,” ujar Hyori Mika.
Tutie Kirana, legenda perfilman
Indonesia yang telah mewarnai perfilman sejak era ‘70-an dan telah meraih 5
nominasi Piala Citra FFI, bergabung menjadi karakter yang menguatkan dinamika
keluarga di film ini. Bagi Tutie, film ini adalah gambaran tentang perempuan-perempuan
yang berdaya.
“Saya memerankan Oma Peggy, sosok yang
sudah lanjut usia tapi masih bikin usaha lumpia. Sebagai perempuan memang harus
berdaya, bahkan di saat sudah lanjut usia.
Di film ini, bersama perempuan-perempuan yang sangat berdaya, menjadikan
semuanya satu kesatuan di dalam ceritanya,” ujar Tutie Kirana.
Desember, Jani akan hadir di bioskop tepat menjelang Hari
Ibu, 22 Desember 2026, sebuah momen yang terasa pas untuk sebuah film tentang
perempuan, keluarga, dan cinta yang butuh waktu untuk menemukan suaranya.
***
Tentang
Palari Films
Palari Films adalah perusahaan
produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser
Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam
perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di
Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar
Tuntas”.
Beberapa film yang pernah
diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia,
2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat
2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan
tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali
& Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif”
(2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik
dan berkualitas.
.jpg)





Komentar
Posting Komentar