"Bersama Sang Garuda" oleh Quinn Salman, OST Terbaru dari Film Animasi GARUDA DI DADAKU, Tentang Sahabat yang Selalu Percaya dan Menemani Perjalanan Mimpi Kita
OST "Bersama Sang Garuda" sudah dapat didengarkan di semua platform musik online
Jakarta, 31 Mei 2026 — Kadang yang
membuat kita terus berani mengejar mimpi bukan cuma keberanian diri sendiri,
tapi juga hadirnya sahabat dan orang-orang yang tetap percaya bahwa kita bisa.
Menjelang penayangan film animasi keluarga Garuda di Dadaku, BASE
Entertainment dan KAWI Animation hari ini resmi merilis original soundtrack
(OST) terbaru berjudul “Bersama Sang Garuda” yang dibawakan oleh Quinn Salman,
pengisi suara karakter Naya di film ini. Penuh semangat, hangat, dan emosional,
lagu ini menjadi pengingat tentang arti persahabatan, dukungan, dan perjalanan
mengejar mimpi bersama. “Bersama Sang Garuda” kini sudah dapat didengarkan di
seluruh platform musik digital.
Setelah menghadirkan nuansa megah dan penuh harapan
lewat OST “Garuda di Dadaku” versi Isyana Sarasvati, kali ini “Bersama Sang
Garuda” membawa sisi yang lebih dekat, youthful, dan penuh energi dari dunia Garuda
di Dadaku. Dengan aransemen yang uplifting dan emosional, lagu ini
menjadi bagian dari perjalanan Putra, Naya, dan Gaga dalam menemukan keberanian
untuk terus melangkah bersama.
Lagu
“Bersama Sang Garuda” terinspirasi dari jalinan persahabatan dalam film animasi
Garuda di Dadaku. Persahabatan antara karakter Naya dan Patriot Garuda
serta perjalanan mereka bersama Gaga, sosok Garuda kecil magis yang menjadi
simbol harapan dan keberanian di film ini. Melalui liriknya, “Bersama Sang
Garuda” menggambarkan bagaimana setiap kita membutuhkan sahabat-sahabat yang
dapat melihat dan percaya pada potensi kita untuk menggapai mimpi, bahkan
ketika kita sendiri kerap merasa ragu.
Bagi
Quinn Salman, keterlibatannya dalam lagu ini menjadi pengalaman yang sangat
berkesan dalam perjalanannya bermusik. Tidak hanya membawakan lagu, Quinn juga
ikut terlibat langsung dalam proses penulisannya bersama komposer Ifa Fachir
dan Simhala Avadana.
“Lagu
ini menjadi pengalaman pertama buat Quinn dalam banyak hal. Mulai dari eksplor
warna musik yang baru, ikut terlibat dalam proses penulisan lagu, sampai
workshop bareng Kak Ifa Fachir dan Kak Mhala yang dari kecil sudah Quinn kagumi
banget. Proses workshop dan penulisan lagu dilakukan kurang lebih selama enam
jam di rumah Kak Ifa, dan serunya lagi, demo lagu ini langsung dibuat di studio
di hari yang sama,” ujar Quinn Salman.
Tidak
hanya dari sisi musik, Quinn juga menghadirkan warna vokal yang berbeda
dibanding karya-karyanya sebelumnya. Dalam proses rekaman, Kamga sebagai vocal
director membantu membentuk karakter vokal yang lebih emosional dan penuh
semangat untuk merepresentasikan karakter Naya di film. Aransemen musik yang
digarap Adrian Marthadinata turut memperkuat nuansa emotional rock yang
uplifting dan powerful, dipadukan dengan sentuhan choir
arahan Ifa Fachir dan Simhala Avadana yang menghadirkan rasa megah sekaligus
hangat dalam lagu ini.
“Buat
Quinn, lagu ini terasa dekat banget dengan perasaan banyak anak-anak dan remaja
yang kadang takut gagal atau merasa nggak cukup baik untuk mengejar mimpi
mereka. Lewat ‘Bersama Sang Garuda’, Quinn ingin mengingatkan bahwa kita nggak
harus berjalan sendirian, karena selalu ada orang-orang yang percaya dan siap
menemani perjalanan kita,” ujar Quinn Salman.
Sutradara
Ronny Gani menjelaskan bahwa “Bersama Sang Garuda” menjadi representasi penting
dari hubungan antarkarakter di dalam film. “Kalau lagu “Garuda di Dadaku”
berbicara tentang keberanian untuk bermimpi, maka “Bersama Sang Garuda”
berbicara tentang siapa saja yang menemani perjalanan itu. Film ini selalu
tentang mimpi yang tidak diperjuangkan sendirian. Ada sahabat, keluarga, dan
orang-orang yang memilih untuk tetap percaya kepada kita, bahkan saat kita
mulai meragukan diri sendiri,” ujar Ronny Gani.
Film
animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), anak
laki-laki berusia 13 tahun dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional
Indonesia. Saat kegagalan dan rasa takut membuatnya hampir menyerah, kehadiran
Gaga (Kristo Immanuel) membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali
keberanian dan keyakinan pada dirinya sendiri, ditemani oleh Naya (Quinn
Salman) dan teman-teman yang selalu mendukungnya.
Diproduseri
oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah
yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, Garuda di Dadaku menjadi
interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty
Harmayn yang telah lama hidup di hati keluarga Indonesia.
Garuda
di Dadaku merupakan produksi
BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot
Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA
Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema,
dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama
dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.
Dengarkan
OST “Bersama Sang Garuda” di seluruh platform musik digital, dan nantikan film
animasi keluarga Garuda di Dadaku tayang mulai 11 Juni 2026 di bioskop
seluruh Indonesia, menjadi pilihan tontonan keluarga di libur sekolah tahun
ini.
Judul
Lagu :
Bersama Sang Garuda
Artist :
Quinn Salman
Album : Bersama Sang Garuda (Original
Soundtrack from Garuda Di Dadaku)
Pencipta
Lagu : Ifa
Fachir, Simhala Avadana, Quinn Salman
Publisher :
Sony Music Publishing Indonesia/Massive Music Entertainment
Arranged
& Produced By : Ifa Fachir, Adrian Martadinata
Mixing
& Mastering :
Dimas Pradipta
Recording
Arranger :
Ifa Fachir, Adrian Martadinata
Copyright :
BASE Entertainment
Tentang BASE Entertainment
BASE Entertainment adalah studio produksi
terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan
oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto.
Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton
global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk
menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam
(Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film
Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang
sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia
Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi
orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan
Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office
di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment
terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi
regional dengan daya tarik global.
Tentang KAWI Animation
KAWI Animation adalah studio pengembangan
IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim talenta terbaik Indonesia yang
memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment Concepts,
Narrative & Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari
ekosistem BASE Entertainment, studio film terkemuka Asia Tenggara yang
didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya
Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan berbagai kreator dan studio untuk
mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi karya animasi.
Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti
serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl)
dan serial animasi orisinal Netflix Trese, COMEDY ISLAND
Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah Jahanam
(Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP
animasi terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar
produksi internasional.

.png)

Komentar
Posting Komentar