Langsung ke konten utama

Bukan Hajatan Biasa, “Hajatan Setan” Merilis Teaser Trailer-nya di Pembukaan film The Bell  

Teaser Film Hajatan Setan menjadi tayangan  Pembuka dari Film The Bell: Panggilan Untuk mati yang sedang tayang di bioskop

 



Jakarta, 9 Mei 2026 – Film horor Hajatan Setan merilis teaser trailer berdurasi 70 detik yang menjadi tayangan pembuka film horor The Bell: Panggilan untuk Mati, film produksi MBK Pictures lainnya, yang sudah tayang di bioskop sejak 7 Mei 2026 kemarin. Diproduksi oleh MBK Productions dan Drias Film Production, film ini mengangkat teror yang berakar dari tradisi mistik masyarakat pedesaan, dengan pendekatan atmosferik yang perlahan membangun ketegangan.

Disutradarai secara kolaboratif oleh Eko Kristanto dan Drias, teaser ini menampilkan adegan kesurupan intens yang dialami Ari Irham, dengan tubuh yang bergerak di luar kendali dan wajah yang perlahan berubah menjadi putih pekat, hingga potongan ritual misterius yang melibatkan makhluk gaib. Visual yang dihadirkan terasa dekat dengan keseharian, namun perlahan bergeser menjadi pengalaman yang mencekam.

Bagi Ari Irham, adegan kesurupan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menantang selama proses syuting. “Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set,” ujarnya.

“Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar sutradara Drias.

Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Bambang Drias, dan Lia Nurdiyani, dengan Budi Yulianto sebagai Produser Eksekutif. Naskah Hajatan Setan ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi. Selain Ari Irham dan Luna Maya, film ini juga turut dibintangi oleh Gisellma Firmansyah, Alika Jantinia, Karina Suwandi, Indra Birowo, Asri Welas, Sita Permatasari, Tanta Ginting, Bima Zeno, Abigail, Masayu Anastasia, Kukuh Prasetyo, dan Hassan Sule.

 

 

Ekspansi Pasar Asia Tenggara

Menggabungkan elemen tradisi, relasi sosial, dan horor supranatural, Hajatan Setan dibangun dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan ketegangan, tetapi juga kedekatan emosional dengan penonton. Pendekatan ini membuka kemungkinan bagi film untuk terhubung dengan audiens yang lebih luas.

Hajatan Setan pun direncanakan tayang serentak di Asia Tenggara, dengan negara yang telah terkonfirmasi meliputi Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. “Kami melihat potensi cerita ini untuk diterima secara regional, karena berangkat dari akar tradisi yang juga punya kedekatan dengan budaya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Produser Eksekutif Budi Yulianto.

Hajatan Setan akan hadir dengan teknologi Dolby Atmos, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih imersif bagi penikmat film horor Indonesia. Mulai dari detail-detail kecil hingga suara yang mengejutkan akan terasa nyata di sekeliling penonton. Dengan demikian, pengalaman menonton tidak hanya terasa visual, tetapi juga secara fisik memperkuat intensitas teror yang dibangun di sepanjang film.

Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.

Ikuti terus perkembangan terbaru film Hajatan Setan melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm dan @driasfilm_ untuk mengetahui informasi selanjutnya.

Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan.


Teaser Trailer

***


Tentang MBK Productions dan Drias Film Production

MBK Productions hadir sebagai ekosistem kreatif komprehensif yang menjembatani pembuatan konten, pengembangan talenta, dan keterlibatan audiens melalui kekuatan cerita yang inspiratif. Bermula dari sebuah rumah produksi, kini MBK Productions telah berkembang menjadi agensi kreatif layanan lengkap dengan portofolio beragam yang mencakup film panjang, serial OTT, kampanye merek, hingga produksi acara. Beberapa karya film kolaboratif MBK Pictures antara lain; Air Mata Di Ujung Sajadah, Pengin Hijrah, Pelangi Di Mars, dan The Bell: Panggilan Untuk Mati.


Drias Film Productions adalah rumah produksi berbasis di Jakarta yang fokus pada produksi film dan distribusi film. Melalui kolaborasi strategis dan visi kreatif yang kuat, Drias Film Production  terus memperkokoh posisinya dalam industri hiburan tanah air. Dedikasi tersebut dibuktikan melalui beberapa film terakhirnya, seperti Rumah Iblis, Paku Tanah Jawa, Anak Kunti, dan Dilanjutkan Salah Disudahi Perih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...