Eksplorasi Sal Priadi, Pencipta Lagu-Lagu Hit Romantis Kini Bikin OST Film yang Relate Jadi Anthem Pekerja Lembur
Kepala, Pundak, Kerja Lagi diciptakan Sal Priadi dan menjadi OST film Monster Pabrik Rambut
Jakarta, 18 Mei 2026 — Nama Sal Priadi menjadi salah satu yang sering menghiasi layar di media
sosial berkat lagu-lagunya yang hit. Mulai dari “Gala bunga matahari”
hingga “Ada titik-titik di ujung doa”, lagu-lagu Sal yang terkenal romantis silih berganti ramai digunakan
pendengar di media sosial. Lagu-lagu dan video musik Sal telah dinikmati oleh
jutaan pendengar di Indonesia.
Kini, Sal bereksplorasi lewat karya
terbaru berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”. Sebuah lagu yang menjadi OST film Monster Pabrik
Rambut (Sleep No More), yang turut dibintanginya. Video liriknya kini telah disaksikan lebih
dari 2,5 juta views di YouTube
sejak dirilis pertama kali pada momen Hari Buruh.
Berbeda dengan nuansa-nuansa romantis
pada lagu-lagunya terdahulu, lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” tampil secara berbeda. Lagu ini dibuka dengan lirik yang pernah kita
dengar sejak masa kecil, tetapi dibawa ke suasana yang lebih muram. Mengangkat
keresahan soal kelelahan dalam bekerja.
“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi aku tetap dengan
gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film Monster Pabrik Rambut itu kan juga membahas
soal overwork, lembur,
sesuatu yang sangat dekat sekali. Sehingga dengan mudah aku bisa menangkap
gagasan filmnya lalu aku sampaikan dengan caraku di lagunya,” ujar Sal Priadi.
Jika biasanya draf lagu-lagunya
berangkat dari tuts piano dan petikan gitar, kini juga terdapat perbedaan dalam
proses penciptaan lagu Sal. Ia berkolaborasi dengan produser musik elektronik,
Attila Syah, untuk menciptakan soundscape dalam materi lagunya.
Dalam prosesnya, ini juga menjadi
pertama kalinya Sal menulis lagu di sebuah set syuting. Sebelumnya, Sal juga
pernah menggarap lagu tema untuk film. Namun, yang dikerjakan di set syuting,
terjadi pertama kali di Monster Pabrik Rambut.
“Awal lagunya ditulis di lokasi
syuting. Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu
yang dahsyat. Saat menulis lirik, lagu ini juga terasa nuansa seperti sebuah
marching solidaritas untuk para pekerja yang menghadapi dinamika dalam bekerja,
termasuk overwork, semoga
ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” kata Sal.
Film Monster Pabrik
Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Disutradarai
oleh Edwin dari rumah produksi Palari Films, film ini dibintangi oleh Rachel
Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.
Ikuti terus
perkembangan terbaru tentang film Monster Pabrik Rambut persembahan Palari
Films melalui akun Instagram resmi @palarifilms.
***
Sinopsis
PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan
ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan
malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh
diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu
mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan
untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang
merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki
kemampuan spesial. Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil
menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?
Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi
film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske
Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam
perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di
Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar
Tuntas”.
Beberapa film yang pernah diproduksi
Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024)
mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2
dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan
tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali
& Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif”
(2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik
dan berkualitas.

Komentar
Posting Komentar