Ghost in the Cell Perluas Kritik Sosial Politik di Film ke Dunia Nyata Lewat Pameran Instalasi Seni Macabre
Jakarta, 18 Mei 2026 — Come and See Pictures mempersembahkan MACABRE ART INSTALLATION, sebuah pameran instalasi seni yang terinspirasi dari film Ghost in the Cell, film horor komedi terbaru karya Joko Anwar. Pameran ini menghadirkan enam karya “macabre art” yang muncul di dalam film dan kini direalisasikan ke dunia nyata dalam bentuk instalasi fisik berskala nyata melalui kolaborasi lintas disiplin antara sineas, ilustrator, prosthetic artist, make-up artist, costume designer, sound artist, dan tim artistik. Pameran ini diadakan di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan dan akan berlangsung tanggal 16 sampai 22 Mei, 2026 dan terbuka untuk umum secara gratis pukul 10.00 sampai 20.oo setiap harinya.
Enam instalasi tersebut diberi judul:
- The Fan
- Shower Head
- The Stove
- The Dancer - Flood Light
- Lady Justice
Dalam film Ghost in the Cell, karya-karya tersebut muncul sebagai bagian dari narasi horor dan
kritik sosial. Seluruh instalasi berasal dari tindakan brutal sebuah entitas
dari hutan Kalimantan yang tempat hidupnya mengalami deforestasi karena tambang
nikel lalu membunuh manusia-manusia dengan aura paling negatif, lalu membentuk
tubuh mereka menjadi objek seni grotesk.
Melalui pameran ini, karya-karya tersebut
dipindahkan keluar dari layar dan dihadirkan ke dunia nyata agar dapat dialami
secara fisik, personal, dan langsung.
“Film membuat penonton melihat. Ruang pamer
membuat pengunjung berhadapan langsung dengan isu di dalam film,” kata Joko
Anwar, sutradara dan penulis Ghost in the Cell yang menciptakan konsep macabre art dalam film ini.
Melalui pengalaman ruang, suara, tekstur,
cahaya, dan skala fisik instalasi, pengunjung diajak memasuki atmosfer yang
sebelumnya hanya dapat dilihat melalui medium sinema. Pameran ini tidak hanya
memperluas dunia Ghost in the Cell,
tetapi juga membuka ruang dialog tentang tubuh, kekerasan, konsumsi, kekuasaan,
dan bagaimana manusia dapat berubah menjadi objek dalam sistem sosial yang
brutal.
Selain menjadi perluasan artistik dari film, MACABRE ART INSTALLATION juga merupakan
bagian dari upaya rumah produksi Come and See Pictures untuk memperkenalkan seni instalasi dan seni kontemporer kepada
generasi muda melalui medium yang lebih dekat dengan mereka: film dan budaya
populer.
Come and See Pictures percaya bahwa film tidak berdiri sendiri sebagai medium tunggal, melainkan
sebagai titik temu berbagai bentuk seni dan profesi. Melalui proyek ini, proses
kreatif perfilman diperlihatkan secara terbuka sebagai hasil sinergi antara
ilustrasi, sculpture,
prostetik, tata rias, tata kostum, musik, tata suara, pencahayaan, desain
ruang, dan storytelling
sinematik.
Seluruh karya instalasi dimulai dari
interpretasi visual para concept artist Indonesia, kemudian diterjemahkan
menjadi objek nyata melalui proses sculpting, molding, prostetik, tata
artistik, hingga sound ambience khusus yang diciptakan untuk setiap karya.
Para concept artist yang terlibat adalah:
-
Anwita Citriya
-
Benediktus Budi
-
Benny Kusnoto
-
Coki Greenway
- Hafidzjudin - Rudy Ao.
Sementara realisasi fisik instalasi
melibatkan kolaborasi dengan:
-
Dennis Sutanto (Art Director)
-
Novie Ariyanti (Make-up effects)
-
Ical Tanjung (Lighting)
-
Monika Paska (Costume Designer)
-
M. Anwar (Prosthetic Artist)
-
Aghi Narottama (Sound and Music
Design)
-
Tony Merle (Music Collaboration)
Dengan pendekatan visual yang menggabungkan
horor, seni kontemporer, satire sosial, dan pengalaman imersif, MACABRE ART INSTALLATION menjadi salah satu
eksplorasi lintas medium paling ambisius yang pernah dilakukan dalam kampanye
film Indonesia.
Pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang
pertemuan antara penonton film, pecinta seni, komunitas kreatif, dan generasi
muda yang ingin melihat bagaimana sebuah dunia sinematik dapat hidup melampaui
layar bioskop.
Tentang Come And See Pictures
Come and See Pictures adalah production house
yang didirikan Joko Anwar dan Tia Hasibuan pada tahun 2020 yang berkomitmen
untuk memproduksi film-film berkualitas dengan cara bercerita yang unik serta
craftsmanship yang tinggi. Film pertama yang mereka produksi adalah Pengabdi
Setan 2: Communion untuk Rapi Films. Selain Siksa Kubur, Come and See Pictures
juga telah merampungkan series original Netflix berjudul Nightmares and
Daydreams yang tayang tahun 2024 lalu, serta memproduksi film panjang untuk
Amazon MGM Studios bertajuk
Pengepungan di Bukit Duri.

Komentar
Posting Komentar