Jelang Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Mei 2026, Film SUAMIKU LUKAKU Semakin Menegaskan Diri Bukan Sekadar Film, tapi Ajakan untuk Memecahkan Kesunyian
Ajak publik bersama-sama memecahkan kesunyian dan menyuarakan stop KDRT melalui kampanye gerakan #memecahkankesunyian
Jakarta,
23 Mei 2026 – Menjelang penayangannya di bioskop
seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026, film terbaru produksi SinemArt, SUAMIKU
LUKAKU, menegaskan posisinya bukan hanya sekadar sebuah film drama, tetapi
juga sebuah gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih peka terhadap
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi, baik yang
terlihat secara fisik maupun non-fisik, yang meninggalkan luka yang terlihat
maupun luka emosional mendalam yang jarang sekali terlihat.
Selama rangkaian menuju penayangan film, SUAMIKU
LUKAKU telah menghadirkan berbagai kegiatan sebagai bentuk aksi nyata untuk
membuka ruang percakapan mengenai isu yang selama ini kerap dianggap tabu.
Mulai dari Psychology Talkshow & Public Discussion, program Goes
to Campus, rangkaian “Nonton Duluan” di berbagai kota, hingga kampanye
turun ke jalan melalui gerakan #memecahkankesunyian di Car Free Day
secara serentak di 5 kota besar Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi
bagian dari semangat utama film ini, yaitu mengajak masyarakat untuk lebih
berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari kekerasan yang sering
tersembunyi di balik citra keluarga harmonis.
“Film ini kami hadirkan bukan untuk menghakimi, tetapi
untuk membangkitkan kesadaran. Banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan
dan merasa sendirian karena lingkungan di sekitarnya memilih diam. Melalui SUAMIKU
LUKAKU, kami ingin menyampaikan bahwa diam bukan lagi jawaban. Ada cara
untuk membantu, ada ruang untuk bersuara, dan ada harapan untuk bangkit. Semoga
film ini bisa membuka lebih banyak hati dan pikiran masyarakat agar semakin
peduli terhadap isu kekerasan dalam relasi,” ujar Executive Producer David
Suwarto.
Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta
ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, SUAMIKU LUKAKU
mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan
bersama IRFAN (Baim Wong), sosok motivator publik yang terlihat baik di mata
masyarakat namun penuh kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka,
NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menghadapi pilihan terbesar dalam
hidupnya: tetap diam atau melawan demi masa depan dirinya dan anaknya.
Produser sekaligus sutradara Sharad Sharaan mengatakan
bahwa film ini dibangun dari kenyataan yang selama ini sering disembunyikan
oleh banyak orang. “Kami ingin memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu
hadir dalam bentuk luka fisik. Ada kata-kata, tekanan, rasa takut, dan kontrol
yang perlahan menghancurkan seseorang dari dalam. Yang paling menyakitkan
sering kali justru terjadi ketika tidak ada seorang pun yang mau percaya atau
mau mendengar. Karena itu, film ini bukan hanya tentang penderitaan Amina,
tetapi tentang bagaimana keberanian untuk bersuara bisa menjadi awal
perubahan,” ujar Ssharad Sharaan.
Bagi Acha Septriasa, memerankan karakter Amina menjadi
pengalaman yang membuka pemahaman baru tentang kompleksitas korban kekerasan
dalam relasi. “Amina membuat saya memahami bahwa banyak korban sebenarnya sadar
mereka terluka, tetapi mereka terjebak dalam rasa takut, tekanan sosial, dan
harapan bahwa semuanya akan berubah. Yang paling penting dari karakter ini
adalah bagaimana ia akhirnya memilih dirinya sendiri dan anaknya untuk keluar
dari lingkaran tersebut. Saya berharap penonton bisa ikut merasakan bahwa
keberanian sekecil apa pun tetap berarti,” ungkap Acha Septriasa.
Sementara itu, Baim Wong mengungkapkan bahwa karakter
Irfan menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan tidak selalu tampak buruk di
depan publik. “Yang membuat karakter Irfan terasa mengerikan justru karena dia
terlihat normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang. Itu yang sering
terjadi di dunia nyata. Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik
seseorang. Saya berharap karakter ini bisa membuat penonton lebih sadar untuk
tidak mudah menutup mata terhadap apa yang mungkin terjadi di sekitar mereka,” ujar
Baim Wong.
Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4
perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU hadir sebagai cerita tentang luka
yang tidak selalu terlihat, tentang keberanian untuk bersuara, dan tentang
pentingnya dukungan lingkungan bagi korban kekerasan dalam relasi.
Original soundtrack “Aku Bangkit” yang dibawakan oleh
Kris Dayanti dan ballad version-nya yang dibawakan oleh Chae Yeon, penyanyi
asal Korea Selatan, turut menjadi penguat emosi perjalanan Amina tentang luka,
keberanian, dan proses untuk bangkit.
Tonton
film SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.
***
SINOPSIS
Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa),
seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim
Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam
rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan
nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap
hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu
Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan,
muncul harapan untuk bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di
mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang
demi anaknya.







Komentar
Posting Komentar