Mandela Pictures dan OMG Studios Luncurkan Foto Adegan Bisikan Desa Gringsing yang dibintangi Aghniny Haque, Film Horor Indonesia Pertama dengan Virtual Production, di Marché du Film, Cannes Film Festival 2026
Jakarta, 20 Mei 2026 - Setelah diumumkan sebagai
bagian dari slate produksi Mandela Pictures di Jogja-NETPAC Asian Film Festival
(JAFF) Market 2025 dan Asia TV Forum (ATF) 2025, hari ini Mandela Pictures
dan Oceanus Media Global (OMG Studios) untuk pertama kalinya
mempublikasikan lima foto adegan dari film terbarunya, sebuah horor misteri
berjudul Bisikan Desa Gringsing. Film yang disutradarai oleh
Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional
antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, sekaligus menjadi film horor
Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), menandai
terobosan baru bagi sinema genre Asia Tenggara.
Film Bisikan Desa Gringsing bercerita
tentang HESTI (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang
hilang. Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia
pun terseret ke dalam teror arwah FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa
itu.
Melalui media sosial, Bisikan Desa Gringsing
mempublikasi foto-foto adegan yang menampilkan tokoh Hesti, diperankan Aghniny
Haque, berdiri di sebuah gerbang yang dapat diasumsikan sebagai gerbang menuju
Desa Gringsing. Dua foto memperlihatkan Hesti dengan ekspresi yang intens,
berdiri di antara sejumlah sosok yang terbaring di sekitarnya dan pada foto
ketiga menampilkan karakter Hesti yang sedang berhadapan dengan sosok Fatima,
diperankan oleh Fatmah Nahdi, aktor Indonesia muda pendatang baru yang
berbakat. Dua foto lainnya menampilkan tokoh Gagan, diperankan oleh Surya
Saputra, serta tokoh Melati, diperankan oleh Hesti Putri.
Kehadiran Bisikan Desa Gringsing di Marché
du Film dalam rangkaian Festival Film Cannes 2026 menjadi debut internasional
film ini di panggung pasar global. Mandela Pictures dan OMG Studios juga tengah
aktif melakukan pertemuan dengan distributor internasional di market tersebut,
dengan penjualan internasional ditangani langsung oleh Mandela Pictures dan
target perilisan bioskop yang telah dikonfirmasi di Indonesia, Malaysia,
Singapura, Turki, dan Azerbaijan.
“Kami di Mandela Pictures berkomitmen untuk
menghadirkan karya yang melibatkan kerja kolaborasi jangka panjang seraya
berinovasi dalam teknik produksi serta melahirkan cerita-cerita yang
meninggalkan jejak emosional bagi penontonnya, tidak berhenti di layar bioskop
namun terus dibicarakan. Bisikan Desa Gringsing adalah bukti satu lagi
karya kami yang dilatari oleh misi-misi tersebut. Kami senang sekali mendapat
dukungan dari Nick Tan beserta tim dari OMG Studios. Semoga kerjasama baik yang
kami jalani bersama, dapat sampai juga dirasakan oleh penonton melalui layar
bioskop nantinya,” ujar Manoj Samtani, Produser Mandela Pictures.
“Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan
untuk pengembangan karya kreatif. Penonton di sini mengapresiasi karya dengan
kisah yang kuat dan unik, karya dengan production value tinggi, serta
karya yang memanfaatkan inovasi teknologi. Kolaborasi ini menjadi kesempatan
yang tidak mungkin kami lewatkan. Bekerja bersama Mandela Pictures, sutradara
Ivander Tedjasukmana, dan jajaran head department yang sangat handal di
bidangnya menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi kami. Virtual
production bukan sekadar teknologi, ini adalah bahasa kreatif baru bagi
penceritaan Asia Tenggara, dan kami bangga bisa menjadi pionir penggunaannya di
perfilman Indonesia bersama para partner kami,” ujar Nick GC Tan, CEO
OMG Studios.
Teknologi virtual production menghadirkan
atmosfer yang mencekam dari Desa Gringsing, mulai dari jalanan berkabut,
struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural,
dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui pengambilan gambar yang
konvensional. Bisikan Desa Gringsing menjadi film panjang Indonesia
pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia, di mana
para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan
lingkungan digital fotorealistik secara real time.
Bisikan Desa Gringsing menjalani proses syuting di studio virtual
production milik OMG Studios yang berlokasi di Iskandar Malaysia Studios
(IMS), dengan dukungan program insentif FIMI+ yang dikelola Studios Film Office
(SFO). Di Singapura, produksi film ini juga didukung oleh Infocomm Media
Development Authority (IMDA). Sementara di Indonesia, film ini mendapatkan
dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kolaborasi ini
menunjukkan bagaimana film genre Indonesia dengan production value yang
tinggi dapat terwujud melalui infrastruktur kreatif Asia Tenggara yang didukung
pemerintah.
Film Bisikan Desa Gringsing dibintangi
oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri,
Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara. Film saat
ini berada pada tahap akhir paska-produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop
Indonesia pada 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan
Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun
resmi media sosialnya.
INFORMASI FILM
KEY CREW
Director: Ivander Tedjasukmana
Screenplay: Ivander Tedjasukmana
Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G.
Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin
Cinematographer: Oki Prabowo
Art Director: Ade
Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh
Virtual Production Technical Director: Shawn Ang
Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan
Music Composer: Fajar Yuskemal
Editor: Yoga Kristianto
Sound Design: Syaifullah Praditya
SUPPORTED BY
Infocomm Media Development Authority (IMDA) |
Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia
TENTANG MANDELA PICTURES
Mandela Pictures (dahulu 13 Entertainment) adalah
unit bisnis dari REC Media (https://rec.id/mandela-pictures/) yang fokus pada
pengembangan cerita, produksi film layar lebar, dan layanan paska produksi
termasuk restorasi film berkualitas tinggi. Hingga saat ini, Mandela Pictures
telah berhasil merestorasi ratusan film Indonesia sebagai upaya pro aktif untuk
turut melestarikan warisan budaya dan sejarah sinema Indonesia. Beberapa film
layar lebar yang telah diproduksi adalah Love (2008), Surat Dari Praha (2016),
Filosofi Kopi 2 (2017), dan Lagi-Lagi Ateng (2019).
Visi Mandela Pictures adalah untuk menjadi
pemimpin industri dalam inovasi dan kreativitas film, dengan tidak melupakan
untuk memelihara warisan naratif yang menginspirasi dan menghibur audiens lokal
dan global. Misi Mandela Pictures adalah untuk menghasilkan karya-karya film
kolaborasi dengan para insan perfilman terbaik dengan karya yang tidak hanya
menghibur, tetapi juga memperkaya kehidupan dan mendidik hati nurani.
TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)
Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah
perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual
production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara.
Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar
Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia — fasilitas yang didukung oleh Khazanah
Nasional — sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar
dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus
berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara
sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.






Komentar
Posting Komentar