Langsung ke konten utama

Satu Suara! Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu dalam Forum Bersejarah


 


Jakarta, 8 Mei 2026 – Industri perfilman Indonesia memasuki babak baru yang bersejarah. Tiga asosiasi produser film utama; Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) untuk pertama kalinya sepakat bersatu membentuk Forum Produser Film Indonesia.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memastikan masa depan industri film nasional yang lebih inovatif dan inklusif. Forum ini direncanakan menjadi agenda berkelanjutan guna membahas isu-isu krusial serta tantangan industri film  di masa depan.


Luncurkan Manifes: Produser Sebagai Lokomotif Industri


Pertemuan perdana ini menghasilkan dokumen bersejarah yang disebut sebagai Manifes Produser Film Indonesia. Dokumen ini menjadi pernyataan sikap sekaligus komitmen bersama dalam merumuskan arah ekosistem film nasional. 

Dalam manifes tersebut, forum secara tegas menyatakan bahwa produser adalah lokomotif pembangunan industri yang harus menjadi mitra utama pemerintah dalam perumusan kebijakan.

Industri film Indonesia harus dibangun dengan tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel melalui penguatan ekosistem hulu-hilir serta standar pembiayaan yang adil. Kekuatan masa depan industri ini diletakkan pada kolaborasi antar-asosiasi yang solid guna melakukan advokasi kebijakan terpadu dan menanggalkan ego sektoral.

Forum juga mendesak negara agar mengakui film sebagai sektor strategis nasional setara dengan sektor lainnya, mengingat dampaknya yang besar terhadap ekonomi kreatif dan diplomasi budaya. Lebih lanjut, para produser menuntut peran aktif negara dalam menjamin keberpihakan melalui insentif dan perlindungan distribusi agar ruang tumbuh industri tetap sehat.

Untuk mendukung perencanaan modern, forum berkomitmen membangun database industri yang berbasis fakta, mencakup data produksi hingga jumlah penonton. Prinsip gerak forum ini pun berlandaskan pada profesionalisme, meritokrasi, dan etika kerja, termasuk komitmen melindungi pekerja film dari eksploitasi.

 

Secara kolektif, mereka menyatakan sikap tegas menolak praktik monopoli serta pola bisnis yang tidak seimbang yang dapat melemahkan industri. Kreativitas pun akan terus dikembangkan dengan menjadikan keragaman Indonesia sebagai basis identitas yang mampu bersaing secara global. Terakhir, forum bertekad membangun masa depan perfilman secara berkelanjutan melalui inovasi yang memberi manfaat ekonomi-sosial bagi generasi mendatang.

Forum ini juga meyerukan penguatan lembaga perfilman nasional, yang memiliki mandat menjadi lembaga pelaksana, bukan sekadar pengarah. Kehadiran Lembaga ini mengukuhkan bahwa masa depan perfilman Indonesia ditentukan oleh insan film Indonesia.

Dengan terbentuknya forum ini, PPFI, APROFI, dan APFI menyampaikan sinyal kuat bahwa industri film Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih modern, berbasis data, dan dipandu oleh kepentingan bersama produser sebagai motor utama produksi. Konsolidasi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di lanskap perfilman nasional maupun internasional.

Forum Produser Film Indonesia dijadwalkan menjadi ruang dialog berkelanjutan untuk membahas isu-isu strategis, menyusun program bersama, serta memastikan terciptanya ekosistem film yang sehat, inklusif, dan kompetitif bagi seluruh pekerja film Indonesia,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...