Film animasi keluarga tentang keberanian bermimpi dan orang-orang yang memilih untuk percaya pada kita.
Jakarta, 20 Juni 2026 — Setelah melalui
perjalanan panjang dan melibatkan ratusan kreator animasi Indonesia, film
animasi keluarga Garuda Di Dadaku akhirnya siap menyapa penonton di
bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Juni 2026.
Mengangkat kisah Putra (Keanu Azka), seorang
anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pemain tim nasional Indonesia,
Garuda Di Dadaku bukan hanya bercerita tentang mimpi besar seorang anak.
Film ini adalah kisah tentang rasa takut, keraguan, kegagalan, dan orang-orang
yang tetap memilih untuk percaya pada kita ketika kita mulai meragukan diri
sendiri.
Dalam perjalanannya, Putra ditemani oleh Gaga
(Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang membawanya menemukan kembali
keberanian untuk melangkah. Ia juga ditemani oleh Naya (Quinn Salman), sahabat
yang selalu hadir untuk mengingatkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar
ketika kita tidak berjalan sendirian.
Melalui petualangan yang hangat, emosional,
dan penuh tawa, Garuda Di Dadaku mengajak keluarga Indonesia melihat
bahwa keajaiban sering kali tidak dimulai dari kemenangan besar, melainkan dari
satu langkah kecil, satu dukungan sederhana, dan satu orang yang memilih untuk
percaya.
“Bagi saya, Garuda Di Dadaku lahir dari
pengalaman yang sangat personal. Saya percaya setiap anak pernah merasa tidak
cukup baik, pernah takut gagal, atau merasa mimpinya terlalu jauh untuk diraih.
Saya juga pernah merasakan hal yang sama. Dan sering kali yang membuat kita
terus melangkah bukan karena kita tiba-tiba menjadi berani, tetapi karena ada
seseorang yang lebih dulu percaya pada kita,” ujar sutradara Ronny Gani.
Pesan tersebut juga menjadi alasan mengapa Garuda
Di Dadaku dirancang sebagai film keluarga.
“Sebagai orang tua, kadang kita lupa bahwa
satu kalimat sederhana, satu bentuk dukungan kecil, bisa menentukan apakah
seorang anak berani melangkah atau memilih menyerah. Garuda Di Dadaku adalah
pengingat bahwa kepercayaan yang kita berikan hari ini bisa menjadi bagian
penting dari mimpi besar mereka di masa depan,” ujar produser Shanty Harmayn.
Selain menghadirkan petualangan yang
menghibur, Garuda Di Dadaku juga menjadi wujud kolaborasi besar para
kreator animasi Indonesia. Film ini mempertemukan ratusan talenta dari berbagai
disiplin kreatif dan studio animasi untuk menghadirkan sebuah cerita yang dekat
dengan pengalaman keluarga Indonesia. Selain diproduksi oleh KAWI Animation,
film ini turut melibatkan studio-studio animasi dan kreatif seperti Imaji
Studio, Manimonki Studio, Leomotions Studio, Robot Playground Media, Ayena
Studio, BRD Studio, Bara Studio, AtomicTune Studio, Loom Creations, Moving
Things Production, IMV Studio, Shark Animation, LiteFX, serta Brown Bag Films
Bali.
Perjalanan Garuda Di Dadaku juga mendapat
pengakuan di panggung internasional. Film ini baru saja terpilih sebagai salah
satu nominasi kategori Animation dalam Golden Goblet Awards di ajang Shanghai
International Film Festival 2026 dan bersaing bersama karya-karya animasi dari
Brazil, Swedia, Norwegia, Denmark, Prancis, Spanyol, Chile, dan Argentina.
Pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting bagi animasi Indonesia untuk
semakin dikenal dan diperhitungkan di kancah global.
Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura
Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, Garuda Di Dadaku merupakan
interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty
Harmayn yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia selama lebih dari
satu dekade.
Film
ini disutradarai oleh Ronny Gani, dengan Dewi Rosma sebagai Produser Pelaksana.
Tim kreatif inti Garuda Di Dadaku juga mencakup R. Katamsi sebagai Art
Director, Dimas Yoga MK sebagai Animation Director, Herwin Arkiando sebagai 3D
Asset Supervisor, serta Dika Irami sebagai Lighting, Render & Compositing
Supervisor.
Garuda Di Dadaku menghadirkan jajaran pengisi suara Keanu Azka, Kristo
Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus
Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, dan Bima Sena.
Film ini juga menghadirkan dua original
soundtrack, yaitu “Garuda Di Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati
dan “Bersama Sang Garuda” yang dinyanyikan oleh Quinn Salman.
Saksikan Garuda
Di Dadaku mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia.
Tiket film animasi keluarga GARUDA DI DADAKU
sudah bisa dibeli mulai hari ini di semua online platform bioskop XXI, CGV dan
Cinepolis juga TIX.ID.
Karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari
seseorang yang percaya.
#GarudaDiDadaku
#BeraniBermimpi




Komentar
Posting Komentar