Langsung ke konten utama

Masuk Program B Extreme BIFAN 2026, Film Lobang Buaya dari Hanung Bramantyo Raih Pujian Hangat dari Programmer Internasional



 

Jakarta, 20 Juni 2026  Prestasi internasional kembali diukir oleh dunia perfilman Indonesia. Film terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo yang menggunakan judul internasional "The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy’, dan dengan judul Indonesia “Lobang Buaya” (sebelumnya dikenal dengan judul Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah), resmi terpilih masuk dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.

Sebelum menembus pasar Korea Selatan, film ini telah lebih dulu mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026, salah satu festival film paling bergengsi di Eropa.

Kini di BIFAN 2026, yang merupakan festival film genre (horor, fantasi, thriller) terbesar di Asia, "The Hole" berhasil masuk dalam kategori bergengsi B Extreme. Kategori ini merupakan program khusus yang mengurasi film-film dengan visi paling berani, intens, penuh darah, ketegangan, serta imajinasi tanpa batas.


Mendapat Pujian Khusus dari Programmer BIFAN

Karya kolaborasi antara Adhya Pictures dan Dapur Film ini mencuri perhatian tim kurator internasional. Martin Lee, selaku Programmer BIFAN, memberikan pujian mendalam terhadap arahan Hanung Bramantyo dalam film ini.

"Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah, meninggalkan kesan emosional yang kuat bahkan setelah film selesai," ujar Martin Lee.

Menanggapi apresiasi tersebut, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya membawa isu sejarah Indonesia ke layar genre internasional. "Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” ujarnya.

 

 

“Lewat The Hole, kami mencoba menjahit luka sejarah masa lalu dengan balutan mistisisme yang dekat dengan masyarakat kita. Setelah sambutan hangat di Rotterdam, bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan," lanjut Hanung Bramantyo.


Misteri The Hole dan Teror Tanggal 30

"The Hole" mengambil latar belakang Indonesia pada era 1960-an, sebuah masa yang dipenuhi ketegangan politik dan kegelisahan sosial. Cerita berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius, di mana setiap korban selalu ditemukan tewas mengenaskan pada tanggal 30 setiap bulannya.

Yang mengerikan, setiap tubuh korban ditemukan memiliki lubang misterius disertai pesan-pesan aneh yang tertulis di wajah mereka. Penyelidikan kasus ini perlahan-lahan menuntun pada rahasia kelam yang melibatkan propaganda, kepercayaan, dan sisi paling gelap dari sejarah bangsa yang terinspirasi dari peristiwa Gerakan 30 September.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, dan Anya Zen.


Menuju Layar Lebar Indonesia

Setelah melanglang buana di berbagai festival film internasional, "Lobang Buaya" bersiap untuk menyapa pecinta film di Tanah Air di tahun ini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal rilis bioskop domestik dan materi promosi eksklusif lainnya, publik dapat memantau akun media sosial resmi @adhyapictures dan @dapurfilm.


*****


TENTANG ADHYA PICTURES


Adhya Pictures adalah studio film dari kelompok perusahaan Adhya Group. Karya-karya yang dihasilkan berfokus pada kolaborasi bersama kreator-kreator terkemuka untuk menghasilkan film-film yang memiliki narasi yang kuat dan relevan. Adhya Pictures percaya bahwa karya kolaboratif akan membuahkan produk yang mempunyai kekuatan nilai dan memberi kontribusi nyata pada industri.

 

Melalui perannya di bidang Film Investment, Intellectual Property Studio & Banking, dan Production House afiliasinya, Adhya Pictures berkomitmen untuk terus menyajikan film berkualitas terbaik dan turut serta memajukan industri film Indonesia. Adhya Pictures dan jajaran afiliasinya adalah Satria Dewa Studio, Wong Vardha Entertainment, dan DAMN! I Love Indonesia Pictures.


Dua film terbaru Adhya Pictures yang akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia, yaitu Bolong/Lobang Buaya, dari sutradara dan penulis Hanung Bramantyo dan Forza, dari sutradara Marco Balsamo. Sederet karya terbaik selanjutnya sedang dipersiapkan oleh Adhya Pictures untuk direncanakan tayang pada 2026-2027.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...